More Than This || One Shoot

More Than this

 

Title          : More than This

Genre        : Genderswitch, Romance, Angst *Slight

Cast           : KiHae

Rate           : Teen

Length       : One Shoot

Author      : Jean Maria

A/N           : Unlike Don’t Read! And No Bash!

 

>>More Than This<<

 

“Hae aku harus pergi heechul noona ingin bertemu dengan ku”seru ki bum seraya bangkit dari duduknya “bummie apa kau tidak bisa berada di sini sebentar lagi”pinta donghae sambil menarik lengan ki bum dengan tangannya dan menatap ki b um dengan penuh harap.

 

 

“hae kenapa kau selalu saja begini tiap aku ingin bertemu dengan heechul noona ?”tanya ki bum sambil menatap wajah donghae lekat.

 

Donghae yang di serang pertanyaan seperti itu langsung lemas dia melepaskan genggamannnya di tangan ki bum dan merunduk dengan penuh kesedihan “aniya , pergilah…”jawab donghae yang kemudian langsung berdiri dan pergi.

 

“Hae mianhae”seru ki bum yang berhasil membuat langkah donghae terhenti sementara “ne gwaenchanayo”balas donghae yang tidak menoleh ke arah ki bum sama sekali dan berlalu pergi.

 

Di sepanjang perjalanan ke rumah donghae terus saja berlari tidak memperdulikan orang orang sekitar yang terus menatapnya ia mencoba untuk menahan air mata yang terus saja ingin keluar wajah donghae begitu muram sesekali ia merunduk.

 

>>More Than This<<

 

“annyeong eomma”seru donghae dengan ekspresi wajah yang berbeda dengan yang tadi saat ini wajah donghae benar benar begitu riang gembira. “ne annyeong chagii”balas ummanya seraya membukakan pintu untuk anak yang paling ia cintai itu.

 

“Kenapa baru pulang jam segini ?”tanya umma hae. “tadi aku ada pelajaran tambahan sebentar eomma” jawab donghae sambil memeluk dan mencium kening ummanya. “ya sudah kalau begitu cepat mandi dan langsung turun kita makan malam bersama” jelas eommanya “ne umma” balas donghae yang kemudian naik ke kamarnya.

 

15 menit kemudian…

 

setelah donghae selesai mandi ia langsung menghampiri eomma dan berjalan ke arah meja makan. “oh iya tadi ki bum menelpon dia mencarimu” seru eommanya yang langsung membuat donghae terdiam sejenak.

 

tidak lama kemudian mereka berdua memulai acara makan malam mereka donghae terlihat begitu senang jika ia bisa bersama dengan eommanya karrena baginya eommanya adalah harta yang paling berharga untuknya.

 

15 menit kemudian…

 

Donghae dan eommanya akhirnya sudah selesai makan malam eomma langsung membereskan piring dan lain lainnya sementara donghae langsung naik ke atas ke kamarnya. “donghae sebaiknya kau menelpon ki bum lagi” seru eomma hae.

 

Donghae berhenti sejenak dan menoleh ke arah eommanya “Ne umma”balas donghae sambil tersenyum dan kemudian melanjutkan melangkahkan kakinya ke kamarnya.

 

@Donghae’s Bedroom

 

Donghae langsung menghempaskan dirinya di atas kasurnya yang empuk dan hangat itu, ia memandang ke arah langit langit kamarnya dan kemudian memejamkan matanya sejenak.

 

Perlahan donghae mulai meneteskan bulir bulir air matanya kala ingat hubungannya dengan ki bum orang yang paling ia cintai tetapi ki bum malah mencintai orang lain.

 

“ cause i can love you more than this yeah, when he lays you down i might just die inside it’s just don’t feel right…”

 

Nada dering handphone donghae bergetar menandakan ada panggilan yang masuk ke handphonenya, dengan malas donghae meraih handphonenya yang ada di sampingnya seakan ia tahu siapa yang menelponnya, dan memang benar donghae tahu siapa yang menelponnya siapa lagi kalau bukan ki bum sahabatnya.

 

“annyeong”

“Ne annyeong”

“wae ?”

“Tadi heechul noona mencium pipiku hae“

“oh baguslah kalau begitu”

“kau marah padaku ya hae”

“ani aku tidak marah kepadamu”

“oh iya hae tadi aku hampir saja berciuman dengan heechul noona”

“Mwo ?!”

 

Donghae tersentak ketika mendengar ucapan ki bum walaupun hampir tapi donghae merasakan sakit di hatinya.

 

“donghae~ah”

“ne ne wae ?”

“hae apa kau menangis kenapa suaramu berubah ?”

“ani aku tidak menangis, memangnya untuk apa aku menangis ? ”

“Hoamm, ki bum~ah aku ngantuk sudah dulu besok kita lanjuti annyeonghi jumuseyo”

 

Donghae segera menekan tombol end di Handphonenya dan menaruh handphonenya tadi ia memang tidak menangis tapi ia berusaha untuk menahan air matanya yang lagi lagi ingin keluar setiap kali ki bum membicarakan soal hubungan dia dengan heechul.

 

Donghae menatap ke arah bulan yang sangat nampak dari kamarnya, cahaya bulan menerobos masuk ke dalam kamarnya, akhirnya donghae tidak bisa menahan air matanya untuk keluar dan bulir bulir air matanya pun akhirnya menetes dengan sangat deras.

 

Ia meringkuk dan membenamkan wajahnya perlahan ia mulai terlelap tidur di bawah sinar cahaya bulan.

 

>>More Than This<<

 

Saat pagi hari sudah tiba kedua mata donghae membengkak karena menangis semalaman kepala donghae juga terasa sangat berat dengan langkah kaki yang gontai dan tubuh yang lemas ia berjalan menuju sekolah.

 

@School

 

“Donghae~ah !!!”panggil seseorang dari belakang tanpa menoleh pun donghae sudah tahu siapa yang memanggilnya donghae pun tetap melanjutkan langkahnya kembali.

 

“Hae..”ujar ki bum seraya mengaitkan tangannya di pundak donghae “Wae ?”tanya donghae yang sedikit kaget “kenapa kau tidak melihat ke arah ku tadi padahal aku memanggilmu ?”tanya ki bum sambil menatap donghae sekilas.

 

“Jinjja ?! aku tidak mendengarnya”balas donghae enteng sambil terus menatap lurus ke depan “hae ada PR tidak ?”tanya ki bum “na molla kalau pun aku tahu aku tidak akan memberitahumu”ledek donghae sambil menjulurkan lidahnya seraya berlari ke kelas karena sudah pasti ki bum akan mengejarnya “Ya~!”seru ki bum mengejar donghae ke kelas.

 

#Skip Time#

 

Trett….Trett….Trreerrtt

 

istirahat tiba ! Semua murid berhamburan keluar dari kelas.

 

“kajja, aku yang traktir ! ”seru ki bum yang langsung menarik tangan donghae dan mengajak donghae pergi ke kantin “ne kajja”sahut donghae

 

@Canteen

 

“Mau pesan apa princess ?”tanya ki bum sambil terkekeh “Ya~”seru donghae yang kemudian berlalu pergi tapi saat di tengah jalan ia menabrak seorang yeoja sampai sampai minuman yang di bawa yeoja itu tumpah ke atas seragamnya dan ki bum langsung berlari ke arah donghae “Hae kau tidak apa apa ?”tanya ki bum sambil melihat ke arah seluruh tubuh donghae “eum aniya hae tapi…” “heechul noona ?!”seru ki bum saat melihat seragam heechul penuh dengan noda minuman.

 

“eonnie ya mianhe jeongmal mianhe”sergah donghae sambil membungkukan badannya “ne gwechanayo”balas heechul eonnie.

 

Ki bum langsung mengambil tissue yang ada di dalam kantong celananya dan mengelap noda air yang ada di seragam heechul “noona kajja kita ke koperasi aku akan membelikan baju yang baru”seru ki bum sambil menarik tangan heechul.

 

Donghae yang melihat perlakuan yang baik dari ki bum dengan heechul sedikit kesal karena ki bum terlalu berlebihan dan lupa dengan donghae. L

 

>>More Than This<<

 

Waktu pulang sekolah sudah tiba ki bum yang biasanya langsung mengantar donghae pulang sampai ke rumah dengan selamat sekarang malah asyik berduaan dengan heechul di taman belakang sekolah.

“huft~ lagi lagi aku di lupakan ya sudahlah~”gumam donghae lemah yang langsung berjalan ke rumahnya.

 

>>More Than This<<

 

Sebelum pulang ke rumahnya donghae berniat membeli sebuah buku pelajaran jadi dia mampir ke toko buku di sebrang jalan. Dan pada saat di tengah perjalanan pulang tepatnya pada saat menyebrangi jalan, ada salah satu buku donghae yang terjatuh otomatis donghae mengambil bukunya terlebih dahulu namun naas pada saat donghae mengambil bukunya yang terjatuh.

 

Ada mobil dengan kecepatan tinggi menabrak donghae sampai tubuh donghae terhempas cukup jauh dan kecelakaan yang donghae alami berhasil menarik banyak perhatian dari para pejalan kaki yang lewat, Dan untungnya ada salah satu pengendara mobil yang bersedia mengantarkan donghae ke rumah sakit.

 

@Hospital

 

Donghae terbaring di atas ranjang rumah sakit tak sadarkan diri ia cukup kehilangan banyak darah kaki kiri donghae patah karena pada saat kecelakaan sang pengendara mobil kabur dan melindas kaki kiri donghae.

 

>>More Than This<<

 

Ki bum datang ke rumah donghae tetapi eomma hae bilang kalau donghae belum pulang padahal malam menjelang sebentar lagi, eomma hae sangat panik namun berhasil di tenangkan oleh ki bum dan ki bum dengan cepat mengambil handphonenya dan menelpon donghae, tetapi tidak di ada jawaban oleh donghae.

 

eomma hae yang sangat shock pingsan dan ki bum pun mencoba menyadarkan eomma hae dengan minyak angin dan tidak lama kemudian eomma hae sadar ki bum pun mengantarkan umma hae ke kamarnya untuk beristirhat “ahjuma gwechanayo sebentar lagi hae akan pulang aku akan mencarinya”seru ki bum seraya keluar dari kamar eomma hae.

 

“Kriing…..Kriingg…..Kringg…!!! ”

 

suara telpon rumah donghae terdengar tanda ada panggilan masuk ki bum buru buru menyambar gagang telpon.

 

Ki bum segera berlari keluar dari rumah donghae ia menaiki motor ninja berwarna birunya dan mulai pergi ke arah rumah sakit karena yang tadi menelponnya adalah pihak rumah sakit yang memberitahu bahwa donghae mengalami kecelakaan dan belum sadarkan diri.

 

>>More Than This<<

 

Tidak lama kemudian donghae akhirnya sadarkan diri dan pada saat ia sadar sudah ada dokter di hadapannya. “eum mianhe”Ujar donghae seraya mencoba untuk merubah posisinya menjadi terduduk.

 

“Gwaenchanayo, noona ada yang ingin ku sampaikan bisa kau ikut ke ruanganku sebentar”balas sang dokter “ne”dengan lemah donghae berjalan dengan kursi roda di bantu sang suster mengikuti sang dokter dari belakang.

 

@Doctor Room

 

“Noona apa kau pernah merasakan sakit yang teramat pada bagian dadamu ? ”tanya sang dokter “mian dokter aku tidak mengerti apa yang anda maksud” jawab donghae. sang dokter sedikit menghela nafasnya dan merunduk dan kemudian menatap ke arah donghae lekat.

 

“Noona kau mengidap… ” “wae dokter ?! apa lukaku parah ?”tanya donghae memotong ucapan sang dokter “noona lukamu memang parah kau kehilangan banyak darah dan kaki kirimu patah tapi saat kami merongsen seluruh bagian tubuh anda dari lapisan terdalam sampai terluar kami menemukan .. ”dokter menghentikan ucapannya sejenak.

 

“ada apa dokter kenapa anda menghentikan ucapan anda ?”sergah donghae penasaran. “Noona kau mengidap penyakit kanker hati Stadium 3 dan akan bertambah jika anda tidak segera melakukan transplatasi hati anda bisa .. ” dokter itu lagi lagi menghentikan ucapannya.

 

Donghae yang mendengar ucapan sang dokter lemah tak berdaya matanya berbinar binar meneteskan bulir bulir air mata kesedihannya ia tetrcengang tapi dengan segera ia bangkit dari  duduknya dan pergi kembali ke kamarnya sambil terus meneteskan air mata dengan sangat deras.

 

@Donghae’s Room

 

Saat baru sampai di kamarnya donghae langsung berbaring di atas ranjangnya dan mencoba menutup mata berharap ini semua adalah mimpi dan penyakit kanker hati itu tidak benar benar bersarang di tubuhnya.

 

“Cklek”

 

Suara pintu kamar donghae terbuka terdengar oleh donghae ia hanya menengok ke arah pintu dengan tatapan datar. Dan terlihat sosok ki bum yang berlari ke arah donghae yang langsung memeluk donghae erat.

 

“Hae..apa kau baik baik saja maafkan aku karena aku terlalu sibuk dengan heechul noona aku sampai melupakanmu”jelas ki bum panik

“aku baik baik saja pulanglah hari sudah malam“balas donghae datar melepaskan pelukan ki bum

“Hae tapi…“

“pulanglah sudah malam“potong donghae

“hae ada apa denganmu ? kenapa kau menangis ? apa yang telah terjadi sebenarnya ?“tanya ki bum khawatir melihat mata donghae yang sudah banyak mengeluarkan air mata

“hae aku mohon maafkan aku gara gara aku kau sampai masuk rumah sakit”ujar ki bum menyesal

“Aku ingin istirahat sebaiknya kau pulang” balas donghae dengan nada yang sedikit ketus seraya mengubah posisi tubuhnya menjadi membelakangi ki bum

“donghae~ah…”

“….”

 

1 week later…

 

Akhirnya donghae bisa keluar dari rumah sakit, tapi donghae harus tetap memeriksakan keadaan 2 minggu sekali. dan karena donghae tidak mau membuat eommanya sedih jadi ia memilih untuk tetap merahasiakan penyakitnya dari eommanya.

 

@School

 

Di sekolahnya, donghae sama sekali tidak berbicara dan tersenyum. teman sekelasnya pun bingung terutama ki bum seharian donghae mendiaminya.

 

Sepulang sekolah donghae berjalan sendirian menyusuri koridor kelasnya, ya sendirian. dia sengaja menunggu sekolah sepi dan barulah ia akan pulang.

 

Sejenak ia menghampiri lokernya untuk menyimpan beberapa buku, buku yang berukuran tebal itu ia simpan di lokernya karena ia tidak sanggup untuk membawa buku buku yang berat itu dia terlalu lemah.

 

“Donghae”seru ki bum yang sudah tepat berada di sampingnya

 

Mengetahui bahwa ki bum berada di dekatnya donghae langsung mengunci lokernya dengan terburu buru dan berlari menjauh dari ki bum.

 

“Donghae~!”teriak Ki bum dari belakang, “Lee Donghae~”teriaknya sekali lagi seraya mengejar donghae yang tidak mau berhenti “Haeni~ah” seru ki bum lirih yang ternyata sudah berada tepat di belakang donghae yang berjarak sekitar 30 cm dengan segera ki bum meraih tangan donghae dari belakang.

 

Donghae yang menyadari tangannya di pegang oleh ki bum berniat untuk melepaskannya namun, semakin keras usaha donghae untuk melepaskan tangannya dari cengkraman ki bum membuat ki bum semakin mengeratkan cengkramannya.

 

“Lepaskan”perintah donghae dengan suara agak lirih “Haeni~ah ada apa denganmu kenapa kau berubah?”tanya ki bum masih menggenggam tangan donghae dari belakang. “Apa maksudmu, aku tidak berubah”jawab donghae tegas “kau berubah kau tidak bicara padaku seharian lihat saja melihat wajahku saja kau tidak mau” balas ki bum.

 

“….” diam, donghae tidak mengeluarkan sepatah kata pun. karena bingung dengan keadaan seperti ini ki bum memutuskan untuk melepaskan tangan donghae dari cengkramannya. “aku mohon maafkan aku jika kau marah seperti ini padaku karena sikapku mianhe“ jelas ki bum yang perlahan menjauh pergi meninggalkan donghae.

 

Tess…tess….tess…

 

Perlahan air mata kesedihan donghae pun mulai turun dengan derasnya. ia tidak ingin melihat wajah ki bum yang penuh dengan penyesalan karena merasa sudah menyakitinya padahal donghae seperti itu karena hanya ingin membuat ki bum benci padanya dan meninggalkan donghae.. agar jika saat itu tiba tidak ada yang menangis karenanya.

 

>>More Than This<<

 

Hari demi hari harus di lewati ki bum dengan kepedihan karena donghae sahabatnya yang tercinta perlahan menjauh darinya entah karena apa.

 

perlahan lahan pun keadaan donghae semakin melemah, dan donghae juga sudah mulai untuk menjauhi hal hal yang bisa mempercepat kematiannya.

 

“Lee Donghae tolong gantikan seungjin untuk bertugas di perpustakaan ya hari ini dia tidak masuk sekolah.“pinta sosaengnim Cho kepadanya “Ne sosaengnim” balas donghae seraya sedikit menganggukan kepalanya.

 

@Library

 

Setelah menerima perintah dari sosaengnim Cho donghae bergegas ke perpustakan.

 

“Annyeong haseyo” sapa donghae kepada penjaga perpustakaan “Ne annyeong haseyo, Lho Donghae bukannya sekarang giliran seungjin untuk membantuku ?”tanya penjaga perpustakann “Aku di minta oleh sosaengnim cho untuk menggantikan seungjin karena hari ini dia tidak masuk” jawab donghae. “oh ya sudah kalau begitu tolong kembalikan buku buku ini ke tempatnya semula ya dan ini daftar tempat dimana buku buku ini harus di letakkan”jelas penjaga sekolah seraya memberikan donghae 15  tumpuk buku tebal sekaligus.

 

Pfett~

 

Donghae hampir terjatuh karena tidak kuat menahan beban buku buku tebal itu namun tiba tiba saja ada tangan seseorang yang membantunya untuk menahan beban buku buku tebal yang ia bawa.

 

“Gomawo”seru donghae “ne cheonman sini biar ku bantu”balas orang itu yang ternyata adalah ki bum.

 

Selama meletakkan kembali buku buku tebal itu donghae tetap saja mendiami ki bum yang sedari tadi berbicara hingga akhirnya.

 

“Haeni~ah aku mohon jangan menyiksaku seperti ini”seru ki bum “jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi” sergah donghae yang langsung bergegas pergi dari tempat itu.

 

Grepp~

 

Dengan tiba tiba ki bum memeluk donghae dari belakang dan berhasil membuat donghae menghentikan langkahnya dan diam membisu. “jeball jangan menjauhi ku”seru ki bum lirih seraya meneteskan bulir bulir air mata kesedihannya.

 

“Aku mohon lepaskan aku”balas donghae sambil mencoba melepaskan pelukan ki bum darinya “aniya” balas ki bum seraya mengeratkan pelukannya.

 

Melemah

 

perlahan lahan tubuh donghae melemah dia sudah tidak bersuara lagi. karena khawatir ki bum mencoba untuk melepaskan pelukannya namun.

 

Brukk~

 

Seketika tubuh donghae melemah dan terjatuh dengan cepatnya ke lantai “Donghae~ah”ki bum panik bukan main dengan segera ia membawa donghae ke uks.

 

@Uks

 

Donghae terbaring lemah di ranjang uks dengan setianya ki bum menjaga donghae hingga ia tertidur di tepi ranjang. dan tidak beberapa lama kemudian donghae tersadar dari pingsannya begitu juga dengan ki bum selang beberapa menit ki bum terbangun dari tidurnya.

 

“eum apa kau sudah merasa lebih baik ?”tanya ki bum masih sedikit khawatir “Nae gwaenchana pergilah” balas donghae dingin “Tapi aku…” “Sudah lebih baik kau pergi dulu” potong heechul yang tiba tiba datang. “tapi noona aku …”  ,  “Ki bum”potong heechul lagi. “Baiklah” ujar ki bum lemah seraya pergi meninggalkan ruangan uks.

 

“Donghae~ah ada yang ingin aku bicarakan padamu” seru heechul seraya duduk di tepi ranjang “eum ne…”jawab donghae sedikit merubah posisinya menjadi terduduk. “Apa karena hal itu kau menjauhi ki bum?”tanya heechul yang sedikit membuat donghae terdiam “mianhae eonnie apa maksudnya aku tidak mengerti”balas donghae sedikit gugup.

 

“kau memang bisa menyembunyikannya dari ki bum tapi kau tidak bisa menyembunyikannya dari ku, aku sangat ahli dalam biologi jadi aku tahu apa yang kau derita saat ini”jelas heechul “aku baik baik saja dan tidak ada penyakit yang bersarang di tubuhku”balas donghae sedikit ketus seraya beranjak dari ranjangnya.

 

“Aku tahu kau sangat mencintainya”seru heechul yang membuat langkah donghae terhenti sejenak. “aku..”donghae bergegas meninggalkan uks.

 

“donghae~ah”panggil ki bum yang ternyata berada di samping pintu uks saat baru beberapa langkah donghae melewati pintu ruangan uks yang sama sekali tidak di gubris oleh donghae.

 

>>More Than This<<

 

“Noona kau harus segera melakukan tranplatasi hati karena semakin lama kau keadaan tubuhmu akan melemah.” jelas sang dokter pada donghae yang saat ini duduk d hadapannya.

 

Ini pemeriksaan donghae yang ke 3 kalinya setelah kecelakaan itu. pada setiap pemeriksaannya dokter selalu menyarankan donghae untuk segera melakukan tranplatasi hati tetapi donghae selalu memberikan tanggapan yang sama yaitu “aku akan menunggu sampai saat itu tiba” dan mendapat tanggapan yang seperti itu dari donghae dokter hanya bisa memberi beberapa obat dengan berbagai macam bentuk dan ukuran untuk sekedar meringkan rasa sakit yang menderanya.

 

Ya keadaan donghae semakin hari semakin melemah bahkan saat ini ia hanya bisa masuk sekolah 20 hari dalam sebulan. nilai nilainya pun mulai merosot ia juga mulai jarang aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.

 

hari demi hari hanya ia lewati dengan kepedihan hati. donghae yang belakangin ini terus menjauhi ki bum berhasil membuat ki bum menyerah dan memutuskan untuk menjaga jarak dengan donghae, begitu pula donghae setiap hari dia harus sakit hati melihat ki bum bersama dengan wanita lain yaitu heechul.

 

Tapi ini semua sudah menjadi keputusannya memang ini yang ia inginkan.

 

Tess…Tess…Tess

 

Donghae kembali mengeluarkan air matanya dengan segera ia mengadahkan kepalanyamenahan agar air matanya tidak kembali menetes, “Donghae…” panggil seseorang dari belakang yang ternyata adalah kim heechul. Merasa namanya di panggil ia langsung menoleh ke sumber suara dan langsung menghapus air matanya setelah tahu kalau yang memanggilnya adalah kim heechul.

 

“Dari mana?”tanya heechul

“…”

“oh dari rumah sakit ya”lanjut heechul

 

Donghae menoleh ke arah heechul dan menatap heechul dengan tatapan nanar “ikut aku sebentar“ seru heechul yang langsung menarik tangan donghae dan mengajak donghae pergi ke sebuah tempat.

 

>>More Than This<<

 

Setelah beberapa lama kemudian donghae dan heechul sampai di sebuah Café yang tidak jauh dari tempat dimana mereka bertemu tadi.

 

“Untuk apa ?”seru donghae langsung tanpa basa basi “maksudmu ?“tanya heechul “Untuk apa kau membawaku ke sini ?”tanya donghae yang mulai sedikit kesal.

 

“..apa yang kau lakukan eoh ?”tanya heechul “aku tidak melakukan apapun”jawab donghae ketus , “Kenapa kau tidak melakukan transplatasi hati eoh ?”tanya heechul lembut “aku tahu kau sangat mencintai ki bum..”lanjut heechul cepat.

 

“…”

 

Donghae tertunduk saat heechul mengucapkan kalimat itu. “aniyo aku tidak pernah mencintainya.. ”bohong donghae yang kemudian beranjak pergi.

 

>>More Than This<<

 

“Haenni-ah aku mohon bicaralah padaku apapun akan aku lakukan asal kau mau bicara padaku… ”

 

“Kau tidak bisa terus selalu memintaku untuk bicara denganmu walaupun aku sahabatmu aku lelah harus mendengarkan curhatanmu tentang heechul sunbaenim tentang semua keluh kesahmu dan menghiburmu , aku tidak bisa terus berada di sampingmu. ”

 

“nde , aku janji aku tidak akan menceritakan keluh kesahku aku tidak akan memintamu untuk menghiburku di saat aku sedih aku tidak akan menceritakan heechul sunbaenim lagi , mianhaeyo jeongmal mianhae jebalyo.. ”

 

Donghae mengadahkan kepalanya melarang agar air matanya tidak jatuh menetes , bahkan donghae membungkam mulutnya agar tak terisak tangis. ia tidak tega mendengar suara ki bum yang bergetar menahan tangisnya.

 

Grepp-

 

“Jeballyo, mianhae , aku sangat sayang padamu jangan tinggalkan aku … ”Ki bum tak kuasa lagi ia berlari ke arah donghae dan memeluknya dari belakang , ki bum benar benar menitihkan air matanya di atas bahu donghae.

 

Sangat. ki bum sangat merindukan sahabatnya ia sangat ingin merangkul donghae lagi , berjalan bersama pulang ke rumah , bermain bersama , bersenda gurau bersama. ia sangat merindukan semua hal itu.

 

Tes…Tess…Tess

 

akhirnya bulir bulir air mata kesedihan donghae keluar membasahi ke dua pelupuknya.

 

“..Mianhae..”

 

Tiba tiba donghae membalikan badannya menghadap ke arah ki bum , donghae memeluk ki bum dengan sangat erat , ia juga merasakan hal yang sama seperti hal yang di rasakan oleh ki bum.

 

Hiks…hiks…hiks

 

Suara tangisan mereka berdua memenuhi seluruh ruangan kelas sore itu yang untungnya kelas sudah sepi , hanya suara tangisan mereka berdua yang terdengar di ruangan kelas itu.

 

“Ki bum mianhae tapi aku b enar benar tidak bisa terus menemanimu lagi..”

 

Donghae mengucapkan kalimat itu saat ki bum masih mendekapnya erat. “waeyo hae ?”tanya ki bum melepaskan pelukannya dari donghae. “..Ani.. ”jawab donghae yang kembali memeluk ki bum dengan sangat erat.

 

“..Mianhae bummie-ah mungkin aku sudah tidak mungkin ada di sisimu lagi setelah hari ini mianhae.. ”

 

Lemah..

 

Tiba tiba tubuh donghae melemah pelukannya bahkan sudah terlepas dari tubuh ki bum membuat ki bum meregangkan pelukannya dan menatap wajah donghae.

 

Terpejam. kedua kelopak mata donghae merapat menyembunyikan kedua bola mata donghae , ki bum semakin panik.

 

“donghae-ah.. ”

 

Ki bum mengguncang guncang kecil tubuh donghae namunn reaksi negatif yang di dapati ki bum. ki bum kembali memeluk donghae kembali dengan sangat lembut ki bum kembali menitihkan air matanya , air mata ki bum membasahi pelupuk donghae.

 

Tess…Tess…Tess

 

Heechul tak kuasa lagi menahan air matanya. ya, sebenarnya dari awal ia sudah mendengar percakapan ki bum dan donghae ia bersembunyi di balik tembok ruang kelas tempat ki bum dan donghae berada.

 

“Mianhae ki bum jeongmal mianhae..”

 

>>Flash Back<<

 

Donghae kembali masuk ke dalam cafe itu dan menghampiri heechul yang masih duduk di sana.

 

“Jika kau memang sudah tahu semuanya jangan katakan pada ki bum jebal.. ”

 

“aku tidak ingin membuatnya sedih , dan tolong jaga dia jika aku sudah tidak ada di dunia ini lagi.. ”

 

 

END

 

Hello guys ,

Long time no see you all

now I’m comeback again with many fanfiction

although my fanfiction isn’t good XD

 

Sorry for many typos and bored story

 

 

Iklan

2 comments on “More Than This || One Shoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s