Mind Trick

Mind Trick

 

Title          : Mind Trick

Genre        : Straight, Alernatif romance , Fluff *Maybe*

Cast          : Kim Dasom [Sistar] , Huang Tao [eXo] , Sehun [eXo] , So You [Sistar]

Pair           : DO [DasomTao]

Length      : One Shoot

Rate           : PG 15

Author      : Jean_Maria

A/N          : Unlike don’t read and no bash !

 

…First …

 

“Chagiya Mau ku bacakan cerita tidak ?”Tanya sang yeoja sambil bertingkah manja di depan sang namja chingunya.

 

“Ani..”Jawab sang namja singkat membuat sang yeoja chingu mem-pout-kan bibirnya.“Jangan begitu kau mau ku cium eoh ?”Lanjut sang namja setelah melihat tingkah manja yeoja chingunya itu.

 

“…Nappeun…”Celetuk sang yeoja seraya melipat ke dua tangannya ke depan.

 

“Baiklah, coba ceritakan…padaku..”Seru sang namja akhirnya sambil mendekatkan dirinya pada yeoja chingunya.

 

_Mind Trick_

 

Terlihat dari kejauhan ada 2 orang gadis yang mengenakan pakaian olahraga tengah duduk di pinggir lapangan basket. yang satu berambut pirang dan yang satu berambut hitam

 

“apa  kau yakin akan memberikan itu padanya ?”tanya gadis berambut pirang pada gadis berambut hitam panjang. “Ne..”Jawab gadis berambut hitam yakin dengan penuh semangat , “kalau di tolak lagi bagaimana ?”tanya gadis berambut pirang lagi. “ya berikan lagi sampai dia mau menerimanya ..”Jawab gadis berambut hitam itu dengan senyum lebar.

 

Selang beberapa menit kemudian ada seorang namja berpostur tubuh tinggi tegap berjalan ke arah kedua gadis itu , dan sepertinya namja itu baru saja menyelesaikan permainan basket bersama teman temannya.“Dia datang…”

 

“Ini untukmu …”Gadis berambut hitam panjang itu bangkit dari duduknya dan memberi sebotol minuman dingin kepada sang namja di iringi dengan senyuman manis.

 

“ …”mengacuhkan gadis itu adalah tanggapan yang di berikan sang namja seraya mengambil sebuah botol minuman yang ada di bangku di tempat samping gadis berambut hitam panjang itu duduk.

 

Brukk~

 

Saat sang namja itu ingin meminum minuman botol yang sudah ia buka tiba tiba saja ada seorang murid namja lain berlari ke arahnya dan menabraknya hingga sang namja itu tersungkur dan air yang ada di botol itu pun membasahi seragamnya.

 

“Aish jinjja..”Gerutu sang namja seraya bangkit berdiri dan hendak memarahi orang yang sudah memarahinya. “Kau…”

 

“hahaha..”Gelak tawa ke dua gadis itu berhasil membuat sang namja mengurungkan niatnya untuk memarahi orang yang sudah menabraknya dan memilih untuk pergi meninggalkan orang orang yang menurutnya menyebalkan itu.

 

“soyu hentikan kau membuatnya pergi…”protes gadis berambut hitam pada gadis yang bermabut pirang yang bernama soyu. “Sommie ya- kau juga tadi ikut menertawakannya..”Balas soyu tak mau di salahkan. “ah sudahlah aku mau mengejarnya dulu..”Gadis berambut hitam panjang yang di ketahui bernama dasom itu pun mengejar sang namja.

 

“eh ?”Namja yang tadi menabrak namja ketus itu masih saja diam mematung di tempat itu dengan kepala tertunduk. “Waeyo kenapa kau masih di sini pergilah..”jelas soyu menahan tawa menyuruh sang namja untuk pergi.

 

****

 

“Tao- ya chankamaneyo..!”Teriak dasom kencang saat berada di koridor dekat kelasnya memanggil namja yang sudah ketus padanya dan menolak pemberian dasom. Tao , Namja itu menghentikan langkah kakinya mendengar teriakan dasom namuan ia tetap tidak menoleh sedikit pun ke arah dasom.

 

“…Mianhaeyo…”ucap dasom lirih seraya sedikit menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya sendiri. Sang namja yang bernama tao itupun akhirnya sedikit menoleh ke arad dasom namun selang beberapa detik ia pergi begitu saja meninggalkan dasom. Dan , dasom hanya bisa melihat kepergian tao dengan raut wajah kecewa.

 

“bagaimana apa dia mau menerimanya ?”tanya soyu yang baru saja sampai sambil menyikut lengan dasom. “Ani..”Jawab dasom singkat menggelengkan kepalanya di iringi dengan raut wajah sedikit kecewa.

 

“Aish jinjja , menyebalan sekali manusia itu. ah sudahlah lebih baik kita pergi ke kantin aku lapar.”seru soyu sambil merangkul dasom dan mengajaknya pergi ke kantin.

 

****

 

07.00 am KST

 

“dasom-ah habiskan dulu sarapanmu.”Seru mrs.kim yang tak lain dan tak bukan adalah eomma dasom, saat melihat yeo-aegyinya pergi begitu saja sebelum menghabiskan sarapannya.“Eomma aku sudah telat , lagipula aku sudah bawa bekal eomma..”sahut dasom sambil memakai sepatunya dan bergegas pergi ke sekolah.

 

“Anak itu benar benar sudah tahu bekalnya masih ada di atas meja ini , sifat cerobohnya itu tak pernah hilang..”Gumam mrs.kim melihat kecerobohan yeo-aegyinya itu.

 

Author POV

 

Benar , ucapan mrs.kim dasom memang benar benar ceroboh dan sedikit pikun buktinya ia memilih untuk berlari ke sekolah padahal eommanya sudah menyiapkan sepeda motor matic yang di parkir di depan rumahnya agar dasom bisa mengendarainya.

 

“eh ? motor siapa ini ?”tanya dasom bingung saat melihat ada sepeda motor matic terparkir di depan rumahnya. “ah sudahlah ..”

 

****

 

“aish pabboya aku lupa itu kan sepeda motor matic yang di belikan eomma untukku…”Seru dasom menepuk jidatnya di tengah perjalanan menuju sekolahnya.

 

“eh ? bukankah itu tao ?”tanya dasom pada dirinya sendiri saat melihat sesosok namja tengah berjalan di depannya yang memiliki perawakan mirip dengan teman sekelas yang ia suka tao.

 

Dasom pun segera berlari ke arah namja yang ia kira adalah tao , tapi …

 

Brukk~

 

Dasom terjatuh berkat kecerobohannya yang tidak kencang mengikat tali sepatunya. “…Pabbo…” celetuk seseorang mendekat ke arah dasom saat dasom memeriksa tangannya yang sedikit mengeluarkan darah. “Yakk…” seruan amarah dasom terhenti saat mengetahui bahwa -tao-lah orang yang membuatnya sedikit kesal.

 

“…Eum um m…”dasom sulit mengeluarkan kata kata lidahnya terasa kelu. “tao-ya gidaryeyeo.. ”seru daom saat tao pergi meninggalkannya begitu saja tanpa membantunya. Entah mengapa tak seperti biasanya tao sedikit berjalan dengan tempo lamban saat meninggalkan dasom hari ini.

 

“Gomawo .. ”ucap dasom saat berhasil menyamai langkahnya dengan langkah tao. Desahan nafas yang di terima dari tao tanpa sedikit pun menoleh ke arahnya.

 

Begitulah hubungan antara dasom dan tao. Tao hanya akan sedikit agak baik pada dasom ketika tidak ada teman atau orang yang mengenal dirinya dan dasom. berbeda dengan dasom yang terus mendekati tao dan memberikan perhatian lebih pada tao walaupun hanya akan di acuhkan oleh tao , karena benar atau tidak dasom sudah sedikit mengenal sifat tao yang satu ini.

 

@School

 

“Sekarang tugas kalian adalah menyapu halaman sekolah setelah itu baru kalian bisa masuk ke kelas.. ”

 

Itulah hukuman yang di terima oleh dasom dan tao karena terlambat masuk sekolah. “sosaengnim halaman sekolah ini luas. ”Protes dasom “Baiklah kalau begitu kalian juga harus membersihkan toilet namja dan toilet yeoja.. ”balas sosaengnim cho menatap tajam ke arah dasom dan tao seraya berlalu pergi meninggalkan dasom dan tao tepat di halaman sekolah.

 

“Pabbo.. ”Dungus tao kesal menatap ke arah dasom. “Mianhae.. ”balas dasom menyunggingkan senyuman terbaiknya. Dasom dan tao pun bergegas mengambil sapu yang di letakkan oleh seseorang di bawah pohon yang ada di pinggir halaman sekolah

 

Brukk~

 

Lagi-lagi tali sepatu dasom terlepas dan membuatnya terjatuh untuk kedua kalinya dalam sehari. Tao yang mendengar suara dasom jatuh tetap acuh dan tak memperdulikan dasom.

 

“um tao bisa tolong kau bantu aku berdiri aku kesulitan untuk berdiri.. ”ucap dasom akhirnya. dengan gaya yang cool Tao pun berjalan ke arah dasom dan membantu dasom untuk berdiri.

 

“appoyo.. ”Gumam dasom kecil. “istirahatlah… ”tao membawa dasom ke pinggir halaman untuk beristirahat di bawah pohon. “Biar aku yang mengerjakannya. ”lanjut tao . “Gomawo”ucap dasom tak enak hati.

 

1 hour Later…

 

Akhirnya tao selesai melaksanakan hukuman yang di berikan oleh sosaengnim cho. karena lelah tao bersandar di bawah pohon tempat dasom beristirahat.

 

“pasti dia lelah”Gumam dasom melihat tao memejamkan matanya di iringi dengan nafas yang tak beraturan.

 

“Tao apa kau lapar ?”tanya dasom “Aniyo”jawab tao singkat masih dengan memejamkan matanya. tiba tiba…

 

Kriukk Kriukk~

 

“hihihi..”Dasom berusaha dengan kuat untuk menahan tawanya. “itu bukan suara perutku.”seru tao memegang perutnya. “sudahlah tao aku tahu kau lapar , chankkaman aku membawa seikit bekal.. ”jelas dasom seraya membuka tasnya dan memeriksa tasnya.

 

“Tao-ya mianhae jeongmal mianhae aku lupa membawa bekalku… ”dasom terlihat sangat kecewa saat tahu bahwa ia lupa membawa bekalnya.

 

.

..

….

…..

 

****

“Dasom-ah wae geurae ?”tanya soyu saat dasom berjalan memasuki kelas dengan kaki sedikit pincang. “eh ? Kau juga bersamanya..?”celetuk soyu melihat tao di belakang dasom.

 

“ada apa dengan kakimu dan kenapa kau bersamanya ?”selidik soyu sambil membantu menuntun dasom untuk duduk di kursinya. “eum itu .. itu .. ” dasom melirik ke arah tao yang duduk di bangku terbelakang ke 2 di samping barisan tempat dasom duduk dengan perasaan sedikit takut. [Diamlah], kata seperti itulah yang terlukiskan di wajah tao saat tao membalas lirikkan dasom.

 

“Tadi aku terjatuh di jalan lalu saat sampai di sekolah aku terlambat jadi aku menjalani hukuman dulu lalu , .. ” . “Lalu bagaimana kau bisa bersamanya ?”Potong soyu cepat menyelidiki dasom seraya melirik ke arah tao sesaat.

 

“ya sudah apalagi.”tukas dasom menatap soyu kesal. “Hanya itu , padahal ku kira kalian sama sama datang terlambat dan sama sama di hukum.”jelas soyu dengan nada sedikit kecewa. “Mwo ?!” , “Sudahlah , catat ini karena kau terlambat kau melewatkan 1 jam pelajaran choi sosaengnim.” Soyu memberikan buku catatan bahasa inggrisnya pada dasom.

 

Skip Time

 

“Tao-ya fighting !”teriakan dasom yang memekakan telinga itu terus saja terdengar selama tao dan teman temannya tengah melakukan sparing basket dengan murid kelas lain.

 

“aish jinjja , suara gadis itu memecahkan gendang telingaku.”protes teman teman dan juga murid dari kelas lain mendengar teriakan dasom yang semakin lama semakin kencang.

 

“dasom-ah pelankan suaramu itu,  lihat mereka terganggu dengan teriakanmu itu.”jelas soyu menyikut dasom pelan mencoba untuk menenangkan dasom. “aish tapi aku kan hanya men-supportnya ..”balas dasom tak mau di salahkan.

 

“aku tahu tapi teriakkanmu itu mengganggu konsentrasi mereka , lagipula suaramu akan habis jika kau terus berteriak seperti itu.”jelas soyu lagi agar dasom mengerti “Baiklah…”dasom menganggukkan kepalanya kecewa.

 

30 menit kemudian ..

 

Tao dan teman temanya akhirnya dapat menyelesaikan pertandingan mereka melawan para chingudeulnya dari kelas yang berbeda dengan skor sedikit lebih unggul dari murid kelas yang lain .

 

“tao-ya chukkaeyo”seru dasom semangat seraya menghampiri tao dan memberikannya sebotol minuman dingin. “ani.”jawab tao singkat seraya meminum minuman botol yang sudah ia bawa sendiri. “mianhae , apa teriakkanku tadi juga membuat telingamu sakit ?”tanya dasom tertunduk dengan nada penuh kecewa.

 

“haii~” sapa seorang namja yang tiba tiba menghampiri dasom dan tao dengan senyuman merekah di wajahnya saat melihat dasom. “eh ?”dasom menatap namja itu dengan tatapan penuh kebingungan. sebenarnya siapa namja ini , dan ada urusan apa dengannya ?.

 

“thehun imnnida aku murid dari kelas 2 – 4”lanjut namja itu lagi masih dengan senyuman merekah di wajahnya sambil menjulurkan tangannya ke arah dasom. “eh ?”dasom semakin bingung apalagi saat namja itu tiba tiba memperkenalkan diri padanya.

 

“dasom imnida aku murid dari kelas 2-2, kau cadel eoh ?”tanya dasom sambil menjabat tangan namja yang bernama sehun itu. “ne aku agak sedikit kesulitan mengucapkan huruf th dan L.”jawab sehun sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang sama sekali tidak terasa gatal.

 

“S dan r maksudmu ?”tanya dasom lagi masih bingung dengan sehun. “eum nde”jawab sehun tertunduk malu. “Huh~”

 

Di saat yang bersamaan tao melenggang pergi dengan tasnya meninggalkan dasom dan sehun. “aigo , eum mianhae sehun aku harus pergi , kita lanjut besok ne? ”jelas dasom seraya pergi meninggalkan sehun mengejar tao.

 

*****

 

 

“aigo , neomu neomu kyeopta.. ”

“Bukankah itu sehun si anak baru. ”

“ne , itu sehun dari kelas 2-4 yang terkenal dengan ketampanannya”

“ya- lihat itu dia masuk ke dalam kelas 2-2 , untuk apa dia ke sana ?”

“Kajja kita lihat ..”

 

*****

 

“Annyeong haseyo..”sapa sesosok namja tampan mengheningkan keramaina yang ada di kelas 2-2 dan membuat berpasang pasang mata menatap kagum ke arahnya.

 

“dasom-ah ireona..”Soyu mencoba untuk membangunkan dasom yang terngah tertidur pulas. “dasom-ah lihat itu ada namja tampan masuk ke kelas kita, irona ppaliwa..”sergah soyu lagi sambil menyikut lengan dasom.

 

“memangnya siapa yang…” dasom menghentikan ucapannya saat melihat namja tampan yang di maksud oleh soyu. “Dasom-ssi..”seru namja itu melambaikan tangan ke arah dasom dan tersenyum riang. “Kau kenal dia ?”tanya soyu menoleh ke arah dasom.

 

“ah ne sehun-ssi , wae geurae ?”balas dasom dengan senyuman yang memiliki 2 arti antara senang dan bingung. Sehun pun berjalan ke arah dasom dengan senyuman yang terus merekah di wajahnya “ayo kita makan siang bersama.”ajak sehun. “tapi … ”

 

“Sudahlah kau terima saja ajakannya lagipula tao tidak akan mau makas siang bersama denganmu.”bisik soyu pelan pada dasom. dasom melirik sebentar ke arah tao yang sedang tertidur “ah nde..”

 

“Huh dia lagi dia lagi..”

 

 

@Canteen

 

 

Sehun terlihat sangat senang bisa jalan berdampingan dengan dasom ke kantin , sehun terus saja mengajak bicara dasom tentang banyak hal. sedangkan dasom ia masih sedikit bingung kenapa tiba tiba ada namja tampan seperti sehun mendekatinya.

 

Saat mengantri untuk mengambil jatah makanan “eh ?” dasom sedikit bingung karena sehun selalu saja mengambil makanan yang sama dengan yang dasom ambil.

 

“Ini untukmu.”sehun memberikan jatah susu kotaknya pada dasom “untukku ? gomawo.”ujar dasom tersenyum ramah. “ne cheonmaneyo” balas sehun

 

*****

 

Semakin hari hubungan pertemanan sehun dan dasom semakin dekat. tidak jarang juga mereka pulang , main , dan makan siang bersama. Mereka sering sekali terlihat bersama di halaman sekolah , dan dasom juga mulai sedikit melupakan soyu dan tao.

 

“somiie kenapa kau jadi sering bermain dengan bocah itu dan melupakanku ?”gerutu soyu yang mulai merasa kesepian tidak ada teman bermain. “eum mianhae tapi kau bisa ikut denganku dan sehun kalau kau mau.. ”usul dasom. “aish jinjja , sudahlah lupakan saja” soyu pergi begitu saja dengan perasaan kecewa meninggalkan dasom sendiri di kelas. “soyu-ah mianhaeyo..” melihat kelakuan soyu yang sepertinya marah dengan dasom , dasom pun mengejar kepergian soyu.

 

“Menyebalkan dia juga ikut melupakanku..”

 

Other side

 

Saat ini dasom tengah membujuk soyu agaar tidak marah padanya. “soyu-ah mianhae aku mengaku salah aku terlalu dekat dengan sehun sampai sampai  aku melupakanmu mianhaeyo.. ”dasom tertunduk merasa bersalah. “pabbo.. ”celetuk soyu masih kesal. “baiklah jika kau masih marah padaku gwaencana..”dasom perlahan beranjak pergi meninggalkan soyu.

 

“ya- dasom pabboya kenapa kau malah meniggalkanku..!!”melihat dasom pergi soyu langsung berdiri dan berteriak. “kau seharusnya minta maaf padaku !!!”lanjut soyu menghentakkan kakinya ke tanah.

 

“hahaha anak itu benar benar lucu.. ”Gumam dasom dalam hatinya menahan tawa. ya , barusan adalah trick jitu andalan dasom jika soyu sedang marah padanya, dengan begitu soyu tidak akan marah padanya lagi. dasom pun kembali melangkahkan kakinya ke arah soyu dengan senyuman lebar.

 

“bukankah kau masih marah padaku ?”ledek dasom sambil merangkul soyu yang masih menekukkan wajahnya. “sudahlah kajja kita makan siang.”ajak dasom senang bisa kembali berbaikan dengan soyu.

 

Dan , sejak saat itu dasom masih dekat dengan sehun tapi ia juga tidak melupakan tugasnya untuk menjaga hubungan persahabatannya dengan soyu.

 

“Lalu bagaimana denganku , eoh ?”

 

*****

 

Hari ini cuacanya sangat cerah. Sparing basket juga kembali di laksanakan antara murid kelas 2-2 dan murid kelas 2-4.

 

“Sehunnie Fighting !”teriak dasom semangat saat menjadi cheerleaders di situ. “ne fighting..”sehun menoleh ke arah dasom dan tersenyum lebar seraya mengepalkan telapak tangan kanannya.

 

“Huh~” Desahan panjang tiba tiba keluar dari mulut tao.

 

“eh ? kau tidak mendukung tao lagi ?“tanya salah satu teman sekelas dasom yang kebetulan juga menjadi salah satu cheerleader saat itu“aniya aku masih mendukungnya.”dasom menoleh ke arah temannya itu dan tersenyum.

 

Setelah pertandingan babak 1 selesai para pemain basket pun di perbolehkan untuk sekedar istirahat atau mengatur strategi selama 5 menit. Saat itu dengan cepatnya sehun berlari ke arah dasom yang di balas dengan senyuman lebar dari dasom.

 

“minumlah ini.”seru dasom seraya memberikan sehun sebotol minuman dingin penambah ion tubuh. dan tanpa ragu ehun langsung membuka tutup botol minuman dingin itu dan segera menegak minuman yang di berikan oleh dasom dengan posse yang menurut para gadis di situ Cool. “apa kau lelah ?”tanya dasom lagi sambil menyeka keringat yang bercucuran dari tubuh sehun dengan handuk.

 

“Ciih apa apaan mereka itu ?”

 

Tanpa di sadari sedari tadi ada seseorang yang tengah menatap tajam ke arah dasom dan sehun. “Baik kedua tim segera kembali ke lapangan karena break time is over.” jelas panitia melalui microfon memanggil ke dua tim agar kembali ke lapangan karena babak ke 2 akan segera di mulai.

 

“Sehunnie fighting !”seru dasom memberi sehun semangat sesaat sebelum babak kedua di mulai.

 

“huh~”

 

*****

 

Babak ke dua segera di mulai..

 

Priitt. wasit telah meniup peluitnya..

 

15 menit pertama pertandingan terlihat di kuasai oleh pihak dari team kelas 2-4

 

Menit ke 30 pertandingan semakin memanas terutama saat team dari pihak kelas 2-2 mulai bermain kasar untuk menjatuhkan lawannya terutama tao.

 

“Ya- ada apa dengan tao , kenapa dia bermain se kasar itu ?”komentar salah satu murid kelas 2-2 yang menyaksikan jalannya pertandingan itu. “ne , ada dengannya ?”timpal penonton lainnnya.

 

“eum dasom-ah apa kau tidak khawatir pada sehun sepertinya tao terus mencoba untuk menjatuhkan sehun ?”tanya soyu menoleh ke arah dasom yang kebetulan juga cheerleaders saat itu. “um.. sedikit”jawab dasom singkat masih fokus melihat jalannya pertandingan.

 

“Sehunnie fighting!”Dasom berteriak dengan kencang untuk menyemangati sehun. sesaat kemudian sehun yang sedang memegang bola basket menoleh ke arah dasom dan tersenyum.

 

“Ciih.. ”

 

Kesempatan kali itu tidak di sia sia kan oleh tao dengan sigap ia merebut bola yang ada di tangan sehun, namun naas pada saat merebut bola dari tangan sehun kaki tao tidak sengaja men-sliding kaki sehun hingga sehun terjatuh.

 

Priit..

 

Wasit meniupkan peluitnya. wasit pun segera berlari ke arah sehun untuk menge-check keadaan sehun. “apa kau baik baik saja ?”tanya wasit menemui sehun yang tengah tergeletak sambil memegangi kakinya menahan rasa sakit yang menderanya.

 

“Wasit sepertinya dia tidak bisa melanjutkan permainan.” Jawab salah satu teman sehun dalan team kelas 2-4. “ne sepertinya kakinya terkilir.”tambah yang lainnya.

 

Akhirnya wasit pun memutuskan untuk mengeluarkan sehun dari pertandingan. tidak lama kemudian datang beberapa tim medis membawa sehun menggunakan tandu berwarna putih ke UKS.

 

“Omo ?! Dasom-ah lihat itu sehun terluka karena tao.”seru dasom “… ” .“ Dasom-ah apa kau mende.. ?”ucapan soyu terhenti saat ia mengetahui kalau dasom sudah lebih dulu meninggalkannya dan pergi ke UKS.

 

@UKS

 

“sehunnie mianhae ini  semua salahku … ”dasom tertunduk sedih melihat sehun saat ini tengah terbaring di atas kasur di ruang UKS. “ani ini bukan salahmu nae gwaenchanayo.”balas sehun tersenyum meyakinkan dasom.

 

“eum tapi… ”sehun merubah posisinya menjadi terduduk

 

Greepp

 

Sehun menarik dasom dalam dekapannya dan memeluk dasom erat.

 

…Other Side…

 

Beberapa menit setelah insiden sehun akhirnya pertandingan berakhir dan tentu saja pertandingan tersebut di menangkan oleh team yang di ketuai oleh tao yaitu kelas 2-2.

 

Honestly, tao merasa agak bersalah walaupun ia tidak sengaja men-sliding kaki sehun ia tetap saja sudah menjadi orang yang menyebabkan kaki sehun terkilir.

 

Dengan langkah yang tergesa gesa tao berjalan ke arah ruang UKS untuk menemui sehun dan meminta maaf.

 

“Huh~”

 

Desahan panjang terdengar jelas sekali keluar dari mulut tao. ya , saat  tao membuka pintu ruang UKS ia terpaksa melihat adegan romance antara dasom dengan sehun. ia pun mengurungkan niatnya dan pergi dari tempat itu.

 

*****

 

 

Saat ini dasom dan sehun tengah berada di atap sekolah untuk menikamati udara di musim semi yang begitu sayang jika di lewatkan.

 

“apa kau yakin mau pindah lagi ?”tanya dasom menatap ke arah sehun menunggu jawaban. “Ne.”jawab sehun singkat menatap lurus ke depan. “aish jinnja kau ini menyebalkan sekali.”gerutu dasom memberi badan sehun beberapa pukulan kecil. “ya- appoyo. ”rengek sehun.

 

“ekhem..ekhem..”

 

Dehaman seseorang membuat dasom dan sehun menoleh ke belakang secara bersamaan. “eh ?”

 

“Tao wae geurae ?”tanya sehun. “Maaf aku mengganggu waktu pacaran kalian sebentar, um langsung saja aku  kesini hanya ingin meminta maaf soal kejadian kemarin sebenranya aku tidak bermaksud untuk menjatuhkanmu.”Jelas tao panjang lebar.

 

“Mwo ?!”Celetuk dasom bingung dengan penjelasan tao yang menurutnya sangat membingungkan. “Waktu pacaran ?”celetuk dasom lagi. “Ne , aku sudah tahu kalau kau dan sehun sudah berpacaran sejak lama.”balas tao yakin.

 

“apa kau yakin ?”tanya sehun. “tao-ya kenapa kau berfikir seperti itu jelas jelas sehun ini sepupuku tidak mungkin aku berpacaran dengannya , pabbo.”jelas dasom dengan sedikit nada kecewa dan kesal.

 

“Tapi kenapa kau.. ”. “Mianhae aku dan dasom sudah membuatmu bingung , aku hanya sedikit mengetesmu.”jelas sehun menghampiri tao dan merangkulnya. “mengetes ?”

 

Flash Back On

 

Sehun POV

 

Malam itu dasom menelponku.

 

“Sehunnie bagaimana caramu mendapatkan cinta seseorang ?”tanya dasom yang sedikit membuatku bingung.  “Apa maksudmu eoh ? langsung saja ceritakan padaku tidak usah berbelit belit.”

 

Malam itupun dasom menceritakan bagaimana ia bisa sampai jatuh cinta pada seorang namja yang bernama tao , kelakuan sang namja yang bernama tao itu padanya , dan panjang lagi.

 

“Hoamm~”aku sampai mengantuk mendengar cerita yang dasom ceritakan padaku lewat telpon. “Apa kau mengantuk ?”tanya dasom. “Ne aku ingin tidur sudah tenang saja akan aku pastikan kau bisa mendapatkan hati tao.”jelasku meyakinkan dasom agar ia mau menutup sambungan telponnya denganku. “Jinjja ? kalau begitu gomawo, annyeong sehunnie.”dasom langsung memutuskan sambungan telponnya denganku setelah ia menyelesaikan ucapannya.

 

Tao namja yang selalu terlihat cool di depan dasom tapi sebenarnya adalah namja yang yah begitulah. selang beberapa menit setelah menyusun strategi aku meraih handphoneku dan menghubungi seseorang.

 

“Chagii bisa bantuku. ?”

“…..”

“kau sekelas kan dengan sepupuku dasom?”

“…….. ”

“berarti kau juga sekelas dengan namja yang bernama tao itukan ? ”

“…… ”

“Dasom baru saja menelponku dan dia memintaku untuk membantunya agar bisa mendapatkan namja yang bernama tao itu, eum apa kau tahu beberapa informasi tentang tao yang tidak di ketahui dasom?”

“…..”

“Kalau begitu bantu aku ne.”

“Gomawo chagi , annyeong”

 

Setelah menelpon yeoja chinguku dan meminta bantuannya aku pun memulai rencana dengan pindahnya aku ke sekolah dasom sepupuku.

 

*****

 

“chagi apa yang kau tahu tentang namja yang bernama tao itu ?” tanyaku pada yeoja chinguku . “sebenarnya selama ini tao juga menyukai dasom.” Jawab yeoja chhingku. “Darimana kau tahu ?”tanyaku bingung.

 

“Waktu itu aku tidak sengaja melihat ke dalam isi loker tao yang tak terkunci saat ia selesai mengambil barangnya, dan di sana aku melihat ada beberapa foto dasom yang tertempel nah di dekat foto itu juga ada tulisan “saranghaeyo” .”jawab yeoja chinguku yakin.

 

“Tapi yang membuatku bingung adalah sikap tao yang selalu saja ketus pada dasom.”Lanjutnya sambil menatapku dengan tanda tanya. “mungkin dia malu.”celetukku tersenyum simpul. “mungkin. ah ne aku masuk duluan ya bel sudah berbunyi. annyeong chagi.”yeoja chinguku ku pun pergi mendahuluiku.

 

Setelah menemui yeoja chinguku dan menanyakan beberapa informasi tentang namja bernama tao itu. pada malam hariniya aku langsung menghubungi dasom.

 

“Dasom-ah aku mau kau untuk pura pura tidak mengenalku.. ”

“…. ”

“Sudah jangan banyak tanya, intinya besok saat aku datang ke sekolahmu sebagai murid di sana kau harus berpura pura tidak mengenalku. arraseo ?”

“…Mwo ?!… ”Suara dasom yang bergitu kencang terdengar sampai keluar telpon sehingga aku harus menjauhkan telponnya beberapa saat dari telingaku.

“ya-pabbo jangan berteriak kau membuat telingaku sakit.”Protesku padanya

“… ”

“Sudah ikuti saja rencanaku dan jangan banyak bertanya.”Jelasku

“….?”

“ah itu, kebetulan aku sudah bosan ada di kelas 3 smp jadi aku langsung saja loncat ke kelas 2 Sma. lagi puula aku bisa terus mengawasi yeoja chinguku hehehe.”

“…. ”

“Annyeong .. ”

 

Aku pun bergegas memutuskan telpon sebelum dasom menanyakan hal yang tidak penting padaku. Dan rencanaku pun berjalan keesokkan harinya.

 

Sehun POV end

 

Flash Back Off

 

“Jadi sebenarnya kau juga menyukai dasomkan , tapi kau terlalu pengecut untuk mengatakan bahwa kau juga mencintainya eoh ?”perkataan sehun membuat tao sulit untuk berkata kata dan kikuk. “eum .. mm .. aku tidak ..”

 

“.. Dasom-ah !!”Teriakkan soyu membuat tao menghentikkan kata-katanya. semua pandangan pun tertuju pada soyu yang juga membawa seorang namja.

 

“Ada yang ingin bicara padamu..”jelas soyu masih menggandeng namja yang ikut bersamanya. “lho , bukankah dia Lay dari kelas 2-3 ?”tanya dasom bingung dengan kedatangan lay. “ya – apa yang ingin kau bicarakan cepat katakan sekarang.. ”titah soyu menyikut namja yang bernama lay itu.

 

-Wink- (Soyu dan sehun mengedipkan sebelah matanya bersamaan)

 

“eum dasom-ah saranghae.. ”

 

“Deg”

 

“Deg”

 

Tao yang masih berhadapan dengan sehun dan dasom dan membelakangi soyu dan lay, membulatkan matanya mendengarkan perkataan yang baru saja meluncur keluar dari mulut lay membuat dada tao berdegup kencang.

 

“MWO ?!!”Celetuk dasom kaget dengan nada suara tinggi sambil mengerjap ngerjapkan kelopak matanya. “ige mwoya ?”Dasom menoleh ke arah sehun dengan tatapan kesal, kecewa dan bingung.

 

“Sekarang, apa kau masih tidak mau mengaku ?”Sehun menatap ke arah tao tajam tanpa memperdulikan dasom.

 

“…”

 

Tao hanya diam tertunduk. “Baiklah, dasom-ah apa kau masih mau dengan namja pengecut seperti dia ?”tanya sehun setengah meledek tao. “…”.

 

Dasom menoleh ke arah tao dengan tatapan penuh harap. berharap kali ini tao memang benar benar menyukai dirinya dan berani menyatakan cintanya pada dasom.

 

.

..

….

…..

……

 

 

Drap

 

Drap

 

Drap

 

Dasom perlahan melangkahkan kakinya menuju tao sehingga mereka berhadapan dan hanya berjarak ½ meter. “Mianhae aku tahu aku terlalu jahat untuk memaksa mu menyatakan perasaan padaku padahal kau tidak pernah mencintaiku. jeongmal mianhae..”Jelas dasom.

 

“dan Lay oppa mianhae sepupu dan sahabatku telah memaksamu untuk melakukan hal seperti ini..Mianhaeyo..”Lanjut dasom seraya mengalihkan pandangan ke arah lay yang tengah diam mematung.

 

“Soyu-ah , sehunnie gomawo sudah membantuku..”lanjutnya seraya melangkahkan kakinya lagi ingin meninggalkan tempat itu.

 

Grepp

 

Tangan tao dengan sigapnya meraih tangan dasom. “Dasom-ah wo ai ni.. ” Dasom kaget mendengar tiba tiba saja tao mengucapkan kata kata yang selama ini ingin sekali dasom dengar dari mulut seorang tao.

 

“ya benar aku memang menyukai mu dari dulu tapi aku terlalu pengecut untuk menyatakan perasaan ku dan ak…”Tao menghentikan ucapannya.

 

tiba tiba saja Dasom langsung membalikkan tubuh Tao , Menaraik kerah baju Tao dan mencium bibir Tao lembut.

 

_Mind Trick_

 

“Cerita apa itu ? aku suka endingnya chagi coba kalau aku jadi sang namja..aku tidak akan melepaskan ciuman itu hehehe….”Sang namja hanya cengengesan setelah mendengar cerita dari yeoja chingunya.

 

“Aish jinjja..Huang ZiTao kau ini benar benar yadong eoh… ”Gerutu sang yeoja chingu mendengar pernyataan yadong namja chingunya itu.“Sudah lebih baik aku pulang… ”Lanjut sang yeoja seraya beranjak pergi.

 

 

“Chagiya Mianhae… ”Sang namja berteriak kencang melihat yeoja chingunya pergi meninggalkannya. “Dasom-ah wo ai ni.. ”Lanjut sang namja berusaha mengejar yeoja chingunya.

 

 

Dari kejauhan sang yeoja terlihat tersenyum kecil mendengar seruan dari namja chingunya sambil terus berjalan. “pabboya…tapi nado saranghae Huang ZiTao…”

 

 

END

 

Maaf untuk typo yang bertebaran dimana mana dan maaf kalo ceritanya nge-bosenin dan gak suka sama castnya. unlike don’t read ok 😉 and no bash J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s