If Ain’t Got You || One Shoot

If Ain't Got You [KiHae]

Title : If Ain’t Got You
Cast : KiHae
Length : One Shoot
Genre : Genderswitch, Alternatif Romance
Author : Jean Maria
A/N : Unlike don’t read and no bash!

Let’s check this out!

“Donghae-ah apa kau tahu ada hoobae kita yang sangat tampan.”

Eunhyuk. Teman sebangku Donghae yang nama aslinya adalah Lee Hyuk Jae itu terus saja bercerita tentang rasa kagumnya pada seorang anak kelas 1 di sekolahnya ini, Tepatnya di Seoul Senior High School.

“Lee Hyuk Jae, Lee Donghae. Cepat berdiri di luar kelas sampai jam makan siang. Ppaliwa.”Perintah Jeon Songsaenim galak, Membuat siapa saja bergidik ngeri.

“Aish jinjja…”Donghae melenguh kesal tapi hanya sesaat sebelum ia mendahului Eunhyuk keluar kelas

****

“Donghae-ah mianhae gara-gara aku kau jadi kena hukuman, hehe.”Gummy Smile ciri khas dari seorang Eunhyuk pun keluar membuat Donghae mau tak mau memaafkan temannya yang satu itu.

“Sudahlah aku mau ke kantin. Kau mau ikut atau tidak?”Donghae yang memang terkenal sebagai siswi yang ‘agak’ bandel ini sudah biasa jika nanti di hukum bukannya menjalani hukuman malah pergi ke kantin dan memesan beberapa makanan.

“Donghae-ah nanti kalau Jeon Songsaenim tahu habislah kita.”Seru Eunhyuk dramatis.

“Huh~ Ya sudah kalau kau tidak mau ikut biar aku saja yang ke kantin. Selamat menjalani hukuman ne.”Ledek Donghae yang kemudian berlalu pergi.

Malu-malu tapi mau. Itulah Eunhyuk meskipun awalnya sempat menolak tapi tetap saja di akhir cerita Eunhyuk akan menerima ajakan Donghae.

***

“Donghae-ah kau mau pesan apa ?”

“Air mineral saja.”

“Kau tidak ingin makan ?”

“Aniya.”

“kau sedang diet kah ?”

Mendapat pertanyaan seperti itu Donghae hanya terkekeh sesaat dan kembali memandangi sekeliling kantin di sekolahnya itu. Sepi.

“Donghae-ah…ya Donghae-ah..”Eunhyuk melihat ke satu arah tetapi sambil menyikut lengan Donghae berkali-kali. Seolah –olah meminta Donghae untuk melihat hal yang sama seperti yang di lihat oleh Eunhyuk.

“Wae wae wae wae geurae ?”Tanya Donghae seraya ikut melihat ke arah dimana mata sahabatnya Eunhyuk itu tertuju.

“Itu Kim Ki Bum , Donghae-ah. Dia adalah hoobae yang aku maksud. Tampan kan ?”Eunhyuk masih terpaku melihat ke arah sosok namja yang tengah berjalan ke arah mereka.

“Cih. Biasa saja .” Donghae akhirnya mengalihkan pandangannya dari Hoobae yang bernama Kim Ki Bum itu.

“Ya! Kau ini selalu saja mencap jelek setiap namja yang aku incar.”Protes Eunhyuk mengerucutkan bibirnya.

“Kalau dia member Super Junior baru aku akan bilang dia tampan.”Jelas Donghae yang di hiraukan oleh Eunhyuk.

Tiba-tiba saja Eunhyuk merapihkan penampilannya seraya berdiri di temani dengan Gummy Smile-Nya. Donghae yang melihat kelakuan sahabatnya itu sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh seorang Lee Hyuk Jae alias Eunhyuk. “Kau mau merayu dia ?”

“Donghae-ah Wish Me Luck, yeah !”Seru Eunhyuk sebelum akhirnya perlahan tapi pasti menghampiri Hoobae yang bernama Kim Ki Bum. “Selalu saja seperti itu. Apa dia lupa kalau dia itu seorang Yeoja.”

***

15 menit berlalu. Donghae mulai bosan duduk sendiri. “Aish Membosankan.” Donghae pun beranjak berniat pergi dari kantin. “Eunhyuk-ah aku duluan ne.”Donghae setengah berteriak.

….

Menyebalkan. Donghae mulai geram karena sahabatnya tidak menggubris ucapannya hanya karena Hoobae yang menurutnya jelek.

***

“Sunbaenim, Sepertinya temanmu itu memanggilmu..”Seru salah satu teman Ki Bum yang kebetulan duduk di sampingnya.

“Ah abaikan saja tidak penting.”

Pletakk

“Oh jadi aku ini tidak penting ya bagimu.”Omel Donghae yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan Eunhyuk dan Ki Bum CS.

“Ya! Kau juga, kau ini masih kelas satu sudah berani-beraninya bolos saat jam pelajaran.”Omel Donghae Lagi tapi bukan pada Eunhyuk melainkan pada Ki Bum. Sedangkan Ki Bum, yang di marahi hanya menata sinis ke arah Donghae

“Hehe Donghae-ah Mianhae. Kau pasti salah dengar tadi aku tidak berbicara seperti itu kok.”Eunhyuk berbohong demi kebaikan dan juga demi keselamatan dirinya.

“Kau ini siapa eoh? Seenakknya saja memarahi orang.”Protes Ki Bum beranjak dari duduknya dan berhadapan dengan Donghae .

“Ya! Kau ini bicara yang sopan pada Sunbaenimmu.”Donghae mulai berkacak pinggang dan menatap Ki Bum sinis.

“Sunbaenim? Sunbaenim macam apa kau ini, Yeoja tapi tingkahnya seperti Preman.”Balas Ki Bum sadis. “Dan tadi kau bilang apa ? Bolos dari pelajaran. Hei Pabbo sadar kau ini juga sedang bolos pelajaran jadi tidak usah sok-sok memarahi orang.”Lanjut Ki Bum.

Byurr~

Dengan secepat kilat tangan Donghae membuka tutup botol mineral yang tadi ia beli dan menumpahkan isinya tepat di atas kepala Ki Bum, Membuat seragam Ki Bum basah Kuyub.

“Donghae-ah Kajima. Jika kau seperti ini kau hanya membuat aku malu arra.”Eunhyuk berlari meninggalkan Donghae yang Notabene-Nya adalah sahabat dekatnya.

Grep~

“Ya! Mau kemana kau ? Mau lari dari tanggung jawab eoh?”

Saat Donghae ingin mengejar Eunhyuk Dengan cepat tangan Hoobae yang baru saja ia siram itu menarik lengannya kuat. Tidak mengizinkan Donghae pergi.

“Ku ingatkan ya padamu. Aku ini sudah 2 tahun bersekolah di sini jadi tidak masalah jika aku nakal. Sedangkan kau belum juga ada 1 tahun kau berada di sini berani-beraninya kau bolos pelajaran.”Jelas Donghae asal sambil mencoba melepaskan lengannya dari cengkraman Tangan Ki Bum.

“Cih. Otakmu itu tertukar ya dengan Hidungmu? Peraturan macam apa itu eoh.”Ki Bum masih tetap tidak mau melepaskan Donghae.

“Ki Bum-ah Andwae. Dia itu Yeoja. Tenanglah sedikit.”Teman Ki Bum yang sedari tadi hanya melihat pertengkaran Donghae dan Ki Bum mulai melerai keduanya.

“Aniya.”

Bukk~

“AAaa~!!”

Ki Bum berteriak cukup kencang setelah mendapat injakan kaki yang keras dari seorang Sunbaenim Yeoja tepatnya dari seorang Lee Donghae.

“Kau..”

***

“Eunhyuk-ah kau masih marah padaku eoh?”Tanya Donghae dengan ekspresi datar.

“Tentu saja. Kau sudah membuatku malu di depan Hoobae Tampanku.”Eunhyuk sedari tadi setiap kali setelah menyelesaikan ucapannya dia akan otomatis mengerucutkan bibirnya. Sementara Donghae, yang baru saja mendengar kalimat ‘Hoobae Tampanku’ dari sahabatnya untuk seorang Kim Ki Bum hanya menahan Dengusan panjang.

“Apa kau tidak sadar. Dia itu terlalu buruk untuk seorang yeoja manis sepertimu Eunhyuk-ah. Bahkan saat kau ajak bicara saja dia malah bersikap acuh tak acuh padamu.”Jelas Donghae mencoba menyadarkan sahabatnya.

“Donghae-ah kalau kau mau minta maaf jangan memasang ekspresi datar, Itu menunjukkan kalau seolah-olah kau tidak bersalah dan jangan menjelek-jelekkan Hoobae tampanku itu…”

Donghae yang sebenarnya sedari tadi ingin membenturkan kepala sahabatnya ke dinding itu berusaha sabar. Jelas-jelas tadi saat Eunhyuk dan Ki Bum bersama terus saja teman Ki Bum yang menanggapi setiap ucapan Eunhyuk. Sedangkan Ki Bum malah mengacuhkan Eunhyuk.

Tapi kali ini Donghae hanya perlu Eunhyuk memberikan Maaf untuk dirinya. Soal Hoobae Ki Bum itu , Donghae pikir lepaskan sajalah.

***

3 Bulan berlalu …

Setiap hari Eunhyuk selalu berusaha untuk mendekati Hoobae tersayang nya –Kim Ki Bum- . Dan seperti biasa juga Ki Bum selalu mengacuhkan Eunhyuk. Donghae yang merasa kasihan atas perilaku yang di Terima sahabatnya itu sangat marah pada Ki Bum.

“Annyeong Eunhyuk-ah !”

Donghae menyapa Eunhyuk dengan wajah yang ceria sesaat setelah memasuki Ruang kelas 2-A. Tapi, respon yang di berikan oleh Eunhyuk hanya ekspresi wajah gugup. Membuat Donghae mengerutkan keningnya.

“Eunhyuk-ah Wae geurae ? Kenapa keringatmu yang bercucuran sebesar biji jagung eoh?”Donghae mulai khawatir dengan keadaan Eunhyuk yang seperti.

“Mm … Anu … iittu..”

Eunhyuk makin gugup saat Donghae mencecarnya dengan pertanyaan. Terlihat dari caranya menjawab pertanyaan Donghae, Eunhyuk terus saja menggaruk kepala bagian belakannya yang padahal tidak terasa gatal sama sekali.

“Ya! Jangan garuk-garuk lagi , aku jadi seperti melihat Monyet saja.”Protes Donghae secara langsung.

“Donghae-ah kau ini keterlaluan masa kau menyamakanku dengan Monyet..”

“Ya sudah makanya cepatlah beritahu aku kenapa kau bertingkah seperti ini? Sudahlah jangan seperti ini seperti Yeoja saja.”

Pletakk!

“Ya! Appo ,..”

“Aku ini memang Yeoja… pabbo..”

“Nanti saja aku ceritanya…”

***

Tidak seperti biasa sebelum ke kantin Eunhyuk dan Donghae berbicara dulu di Toilet -__-! . Yak arena Eunhyuk ingin memberitahu alasan kenapa tadi pagi Eunhyuk bercucuran keringat sebesar biji jagung.

“Jadi sebenarnya apa yang terjadi..?”Tanya Donghae langsung To The Point sesampainya di dalam Toilet.

“Jadi sebenarnya begini …”

Mulailah Eunhyuk bercerita panjang lebar sampai membuat Donghae tercengang di akhir ceritanya. Dan dengan segera Donghae berlari ke luar Toilet meninggalkan Eunhyuk di sana.

“Dasar Pabbo..”

***

Brukk!

Saat dengan gusarnya Donghae berjalan menuju kelas 1-A. Dia bertabrakan dengan Henry yang notabenenya adalah teman dekat Ki Bum. Dan dia juga adalah orang yang telah memberikan saran gila pada sahabatnya Eunhyuk.

“Kebetulan sekali, Cepat ikut aku ..” Dengan cepat Donghae langsung bangkit sesaat setelah ia terjatuh dan menarik lengan Henry tanpa menghiraukan beberapa pandangan tajam dari para murid Yeoja.

@XX

“Ya! Ada yang ingin ku tanyakan padamu ?”

“Apa itu sunbaenim ?”

“Aku mau bertanya tentang si bocah Tengik itu. Apakah dia menyukai sahabatku Eunhyuk?”

“Bocah Tengik ??!”

“Aish kau ini. Maksudku Temanmu Ki Ki Bum.”

“Ah mianhae sunbaenim kau ini membuatku kaget saja ku kira ada apa.”

“Aish jinjja. Sudah jangan berputar atau mengalihkan pembicaraan lagi. Sekali lagi ku tanya apa temanmu Si bocah Tengik itu menyukai sahabatku Lee Hyuk Jae alias Eunhyuk. ?”

“ani.”

Arrggh. Donghae makin geram dan ingin sekali memukul bocah yang ada di hadapannya ini. Dia dan Ki Bum sama saja. Sama-sama Bodoh dan menyebalkan.

“YA! Kalau memang si Tengik itu tidak suka pada Sahabatku Eunhyuk untuk apa kau memberi saran pada Eunhyuk agar menyatakan perasaannya pada si Tengik itu eoh ? Itu akan membuatnya patah hati bodoh!”

Donghae terus saja memaki bocah yang ada di hadapannya ini. Ah, Dia sudah tidak tahu lagi jika sahabatnya Eunhyuk benar-benar akan menyatakan perasaannya pada Ki Bum. Mungkin dengan melihat Eunhyuk menangis nanti cukup untuk membuat Donghae tidak makan selama seminggu.

“Mianhae Sunbaenim. Tapi yang meminta aku melakukan hal itu adalah Ki Bum sendiri. Karena dia sudah tidak ingin Eunhyuk Sunbaenim mengganggunya lagi karena sudah ada orang yang di sukainya. Jadi aku mohon Sunbaenim jangan marah pada Ki Bum.”

Aish. Penjelasan yang baru saja di ucapkan oleh Henry cukup untuk membuat Donghae beserta Otaknya terdiam. Sekarang yang bisa Donghae lakukan adalah menyaksikan kesedihan Sahabatnya.

“Sekarang dimana si Tengik itu?”Donghae mulai mereda dan berusaha tenang.

“Dia ada di kelas dan kurasa sebentar lagi Eunhyuk Sunbaenim akan …”

“Aku tahu. Terima Kasih karena sudah mau memberitahuku yang sebenarnya dadn maaf kalau selama ini aku selalu bersikap kasar pada kau dan juga Si Tengik itu. Aku pergi, Annyeong.”

Donghae langsung bergegas pergi lagi ke ruang kelas 1-A untuk memastikan sesuatu. Dan …

Deg

Donghae terlambat. Saat ini ia tengah menyaksikan sahabatnya Eunhyuk sedang berhadapan dengan Kim Ki Bum.

“Chankkaman!”

Teriak Donghae tiba-tiba memecah kehingan yang tadinya terfokus untuk Eunhyuk dan Ki Bum.

“Mianhae Eunhyuk-ah , Ya! Bocah Tengik ikut aku sebentar..”

Donghae pun langsung menarik lengan Ki Bum. Namun, Ki Bum malah berganti balik menarik tangan Donghae dan menarik Donghae ke dalam Pelukannya.

“Mianhae Eunhyuk Sunbaenim. Lee Donghae adalah Yeoja yang ku maksud tadi. Jadi aku mohon…”

“Ya! … Eunhyuk-ah ini tidak benar … Si bodoh ini hanya bercanda ..”

“Donghae-ah Gwaenchana, Dari awal Ki Bum memang tidak menyukaiku tapi aku malah terus saja mendekati dia dan memaksa dia menerima cintaku. Mianhae..”

Eunhyuk berbalik ingin segera pergi meninggalkan ruangan kelas itu ia tidak ingin Hoobaenya yang lain melihatnya menangis.

Grep~

“Eunhyuk-ah Mianhaeyo …”Dengan nafas tidak beraturan Donghae memeluk Eunhyuk dari belakang dengan erat dan semakin erat.

#True Story#

Jadi sebenarnya Kim Ki Bum adalah Hoobae Donghae waktu SMP dan mereka berdua sempat menjadi sepasang kekasih saat di SMP. Tapi Saat kelulusan untuk Donghae. Donghae tidak sengaja memergoki kekasihnya –Kim Ki Bum- tengah berpelukan dengan sahabat Donghae sendiri di belakang Gedung sekolah.

Dan menurut Donghae kejadian itu adalah Hadiah Terburuk untuk hari kelulusannya. Dan setelah kejadian itu Donghae sudah tidak berhubungan lagi dengan Ki Bum dan menghilang tanpa meninggalkan jejak untuk Ki Bum.

Kasar dan Ramah bersatu dalam diri Donghae setelah ia tidak lagi bersama Ki Bum. Pacaran lagi pun Donghae masih takut. Sikapnya selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Rasa sakit itu masih ada hingga Donghae menginjak kelas 2 SMA.

Donghae juga sudah benar-benar melupakan Ki Bum.

***

2 Minggu Berlalu…

Setiap kali Ki Bum ingin mendekati Donghae, Donghae langsung menjauh membuat Ki Bum makin terpuruk. Memandang ke arah Ki Bum saja Donghae enggan. Setiap hari Ki Bum hanya bisa memperhatikan Donghae dari kejauhan tanpa pernah di sadari oleh Donghae.

Sampai pada suatu hari di kabarkan Donghae jatuh sakit hingga tidak bisa masuk sekolah. Ki Bum yang tahu kalau Donghae hanya tinggal seorang diri di Apartemen mulai khawatir. Sepulang sekolah akhirnya Ki Bum memutuskan untuk mengunjungi Donghae

***

@Donghae’s Apartement

Tang-Ting

Bel apartemen Donghae berbunyi menandakan ada orang yang datang. Dengan perlahan-lahan Donghae berjalan menuju pintu apartemennya untuk membuka pintu.

“Kau ..”

Dengan tergesa-gesa Donghae menutup pintu apartemennya kembali.

“Aissh Appo..” Ki Bum yang tidak bodoh ini dengan cepat sebelum pintu tertutup sudah menyelipkan kaki kanannya dan meringis kesakitan untuk menarik simpati Donghae. Karena dia tahu betul Donghae adalah tipe orang yang tidak Tegaan.

“Ya! Kkeumanhae. Pulanglah aku sibuk.”

“Izinkan aku masuk dulu.”

“Aniya.”

“Setidaknya obati kaki ku dulu.”

Akhirnya Donghae mengizinkan Ki Bum untuk masuk. Tapi baru 2 langkah.

“Nah, sudah masukkan sekarang kau harus KELUAR!”

Donghae mendorong Keras Ki Bum hingga kepala Ki Bum terbentur oleh pintu apartemen yang terbuat dari campuran besi.

Bruk!!

Teshh … Teshh…Tesh

“Kyaa !!”

Tiba-tiba Donghae berteriak saat melihat darah mengalir turun dengan derasnya dari lubang hidung orang yang ada di hadapannya saat ini yaitu –Kim Ki Bum- “Ya , Wae geurae ?”

Beberapa saat kemudian…

Donghae terbaring di tempat tidurnya. Perlahan – lahan matanya yang semula tertutup rapat mulai terbuka dan melihat ke arah sekelilingnya.

Ya. Donghae adalah salah satu tipe orang yang takut jika melihat darah baik darah sendiri maupun darah orang lain. Dan, tadi ia melihat Ki Bum mimisan itu cukup untuk membuat Donghae pingsan.

“Ya , Ireona kau ini bagaimana sih ? Kan aku yang terluka tapi kenapa kau yang malah pingsan sih ? Cepat bangun dan sembuhkan lukaku…”Protes Ki Bum panjang lebar saat melihat kelopak Donghae masih setengah terpejam.

“Pabboya! Sudah tahu aku takut dengan darah kenapa kau malah mimisan di depan ku eoh ?”Balas Donghae dengan memejamkan matanya erat-erat.

“Ya , memangnya siapa yang membuatku hingga mimisan seperti ini eoh ?”

Yah. Pertengkaran kecil antara Lee Donghae dan Kim Ki Bum pun terus berlanjut hingga pada akhirnya nanti di putuskan siapa yang sebenarnya bersalah.

Beberapa Saat Kemudian..

“Donghae-ah itu bukan hidungku tapi bibirku..”Protes Ki Bum

Pada akhirnya pertengkaran kecil tadi di menangkan oleh Ki Bum. Donghae yang kalah harus mengobati luka Ki Bum agar Ki Bum dapat berhenti mimisan, Tapi karena Donghae yang takut dengan darah akhirnya mereka sepakat kalau Donghae mengobati Ki Bum dengan mata yang di tutup oleh kain.

“Jangan Protes. Aku kan tidak tahu yang mana mata , Hidung , dan bibir. Wajahmu kan jelek.”

Donghae yang tanpa ia ketahui sedang di perhatikan oleh Ki Bum terus saja berbicara, Sementara Ki Bum hanya mengeluarkan beberapa kalimat supaya tidak membuat Donghae curiga.

“Donghae-ah Mianhae ,..”

Mengerti maksud dari ucapan Ki Bum , Tangan Donghae yang semula aktif bergerak jadi Diam terpaku tak bergerak. “Panggil aku noona , ingat kau ini lebih muda daripada aku ..”Donghae mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Ani , kita kan hanya beda satu tahun jadi untuk apa memanggil ‘Noona’ . Tingkah mu saja masih seperti anak kecil. Dan berhentilah mengalihkan pembicaraan.”

Deg

Deg

Deg

“Aku tidak mengerti maksud ucapanmu leb..”

Ucapan Donghae terhenti begitu saja karena Ki Bum mendaratkan bibirnya tepat di atas bibir Donghae saat Donghae ingin melepaskan kain yang menutupi kedua matanya.

.

..

….

…..

Tesh … Tesh … Tesh

Dengan jelas terlihat bulir-bulir air mata Donghae jatuh membasahi kedua pelupuk matanya. Ki Bum melepaskan ciumannya dan berganti memeluk Donghae erat dan menjaga Donghae agar tidak lepas dari pelukannya.

“Aku mohon jangan pergi lagi dariku jangan pergi seperti angin yang berhembus yang pergi tanpa meninggalkan jejak. Kenapa kau pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasan dariku eoh ?” Perlahan Ki Bum pun mulai ikut larut dalam suasana haru.

“You have to know. If ain’t got you now , I’ll die. Please Don’t Go again. Don’t Leave me. Donghae-ah..”

“Aku hampir mati putus asa saat aku tidak lagi bersama … Jebal~”

“Hiks … Hiks … Hiks..”Akhirnya Donghae pun membalas pelukan Ki Bum dengan isakan tangis yang kencang. “Ya , Nappeun namja. Awas kalau kau berani selingkuh apalagi pelukan dengan Yeoja lain di belakangku lagi … Ku hajar kau..”Gumam Donghae di iringi isakan Tangis.

Finish ~

Epilogue

“Bagaimana dengan Eunhyuk?”Donghae berjalan sambil bergandengan tangan ragu-ragu saat menuju sekolah bersama dengan Ki Bum. Yang notabenenya sekarang sudah menjadi NamjaChingu-Nya lagi.

“Kalau memang dia sahabatmu. Tentu dia akan menerimanya, Dan pasti dia akan bahagia jika melihatmu bahagia dengan Ku…”Ki Bum mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Donghae.

“Sudahlah tidak usah di pikirkan. Lagipula sebentar lagi akan ada Namja yang menyatakan perasaannya pada Eunhyuk Sunbaenim…”

“Jinjja? Aish kenapa saat memanggil Eunhyuk kau menambahkan kata ‘Sunbaenim’ sedangkan aku tidak…”

Donghae mulai mengerucutkan kembali bibirnya. Ya. Lee Donghae adalah tipe Yeoja yang gampang cemburu. Dan itu membuat Ki Bum makin sayang pada Donghae karena dengan kecemburuan Donghae itu adalah tanda bahwa Donghae sangat mencintai Ki Bum.

“Lihat kelakuanmu saat ini. Itu adalah alasan kenapa aku tidak mau memanggilmu dengan embel-embel ‘Sunbaenim atau Noona’ , Kelakuan Dongsaengku di bandingkan dengamu saja masih lebih dewasa Dongsaengku. .”Ucapan Ki Bum makin membuat Donghae sebal.

“Ya! Kau ini memang menyebalkan sekali.”Donghae melepaskan genggaman tangan Ki Bum dan ingin pergi meninggalkan Ki Bum. Tapi, langkah kaki Donghae terhenti dengan gerakan cepat tangan Ki Bum yang sudah berhasil kembali meraih tangan Donghae.

“Donghae Sunbaenim Mianhae …”Akhirnya Ki Bum menyerah kali ini.

“Aish. Aku tidak suka mendengar orang yang selalu berkata ‘Mianhae’ …”Protes Donghae lagi seraya mengalihkan pandangannya ke sekeliling jalan. “Ya , Kau ini terlalu banyak protesnya eoh.”Ki Bum mengacak-acak pelan puncak kepala Donghae lalu di kecupnya dengan lembut. Dan. Itu sukses membuat Donghae ber-Blushing Ria.

Akhirnya setelah sekian lama hiatus keluar juga gue dengan FF Kihae ^^
Sorry for many typo hehe 😀
RcL Readers …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s