Noona Saranghae! || DaHun Couple || One Shoot

tumblr_mk8h8liftz1ql83glo1_500_副本

Tittle                  : Noona, Saranghae

Genre                 : Straight, Romance, Fluff *maybe*

Cast                    : Kim Dasom [Sistar] Oh Sehun [Exo], OTC

Rate                   : Teen

Length                : One Shoot

Author               : Jean_Maria

A/N                    : Don’t like don’t read!

 

 

^^_Noona, Saranghae_^^

 

 

“Hoam …”

 

 

Gadis itu baru saja terbangun dari tidurnya, sesekali ia memutar mutar badannya untuk meregangkan otot ototnya yang kaku. Setelah ia sudah benar benar terbangun dari tidurnya ia pun beranjak dari ranjangnya meraih handuk pink yang tergantung di balik pintu kamarnya dan melangkahkan kakinya keluar kamarnya ke kamar mandi yang berada di lantai 1.

 

 

“Dasom-ah cepat mandi dan sarapan eomma sudah menyiapkan makanan untukmu di meja makan”Seru wanita paruh baya yang kebetulan berpapasan di tangga dengan anak gadisnya yang bernama Dasom itu.

 

 

Ne eomma” sahutnya singkat pada wanita paruh baya itu yang dipanggilnya dengan sebutan eomma dan kembali melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

 

 

Akhirnya gadis yang bernama Dasom itu sampai di depan pintu kamar mandi rumahnya. Tetapi, saat ia ingin meraih knop pintu kamar mandi tiba tiba saja knop pintu kamar mandi itu sudah bergerak. “Eh ???”

 

 

Terdiam. Dasom terdiam saat melihat orang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan berhadapan dengannya. Dasom menatap lekat lekat mata orang yang ada di hadapannya saat ini dengan sedikit mendengak karena orang yang sedang ditatapnya itu lebih tinggi beberapa senti dari dirinya.

 

 

“Kau… ”Seru Dasom seraya menunjuk tepat ke arah orang itu dan menatapnya dengan tatapan kesal. “Annyeong haseyo Dasom-ah” orang itu malah membalas Dasom dengan sapaan ramah dan senyuman hangat sambil melambaikan tangan kanannya.

 

 

Eomma !!! ”

 

 

Dasom berteriak dengan cukup kencang  memanggil eommanya. dengan segera pun Eomma Dasom datang di ikuti dengan Kai  namdongsaeng Dasom di belakang eommanya.

 

 

Wae geurae ?, kenapa kau teriak eommamu ini belum tuli.”tanya eomma Dasom kesal. “ne, what’s wrong with you noona ?”Timpal namdongsaeng Dasom yang bernama Kai.

 

 

“Kenapa dia bisa ada di sini, eoh ?”tanya Dasom dengan ekspresi panik yang langsung mengalihkan pandangannya pada eomma dan namdongsaengnya.

 

 

“Sehun akan tinggal bersama dengan kita selama liburan ini karena eomma dan appanya pergi untuk mengurusi bisnis di luar negeri, jadi eomma dan appanya menitipkan Sehun pada kita.”jelas eomma pada Dasom seraya tersenyum.

 

 

“Menitipkannya ?”

“Di sini ?”

 

 

Ne noona, memangnya kenapa ?”tanya Kai “Aniya.”jawab Dasom singkat dengan ekspresi yang sulit di tebak. “Tapi kenapa …”

 

 

Belum selesai Kai menyelesaikan ucapannya Dasom sudah pergi meninggalkan eommanya dan namdongsaengnya ke kamar.

 

 

^^_Noona, Saranghae_^^

 

 

Dasom segera menutup pintu kamarnya “Aish jinja, kenapa bocah itu ada di sini , eoh?”Gerutunya

 

 

“Dasom-ah buka pintunya”Seru eomma Dasom dari balik pintu kamar Dasom. “Shireo.”sahut Dasom singkat . “Ada yang ingin eomma bicarakan padamu ”Lanjut eommanya. “Shireo eomma ”Sahut Dasom “Dasom-ah tolong buka pintunya. ppali.”Seru eommanya. Dengan sesegera mungkin Dasom merubah ekspresi wajahnya yang tadinya panik menjadi ekspresi seperti biasanya

 

 

Dasom membalikkan tubuhnya yang semula membelakangi pintu kamarnya menjadi menghadap ke arah pintu kamarnya dan meraih knop pintu kamarnya dan membuka pintu kamarnya.

 

 

Dengan saat yang bersamaan saat eomma Dasom masuk , Dasom berjalan ke arah tempat tidurnya dan duduk di tepi ranjangnya.

 

 

“Dasom-ah kenapa kau bersikap seperti itu pada Sehun , eoh ?”tanya eomma Dasom seraya mendekati Dasom dan duduk di samping Dasom. “aku tidak mungkin mengatakannya pada eomma”gumam Dasom dalam hati.

 

 

 

Flash Back On

 

 

Annyeong aku pulang !!!”Seru Kai yang baru beberapa langkah memasuki rumah. “Eomma ada temanku datang main.”lanjutnya. “Kajja masuklah”ajak Kai mempersilahkan chingudeulnya masuk.

 

 

Kai pun segera membawa teman temannya ke halaman yang ada di belakang rumahnya. dan pada saat sampai di halaman belakang rumahnya ia melihat Dasom noonanya sedang membaca buku sambil mendengarkan musik. “Siapa dia ?”tanya salah satu teman Kai “Uri noona” jawab Kai

 

 

Noona kenalkan ini teman temanku”Ujar Kai seraya mendekat ke arah noonanya. “ah ne annyeong haseyo Dasom imnida.” ujar Dasom ramah seraya tersenyum .

 

 

Annyeong haseyo Oh Se Hoon”Seru salah satu teman Kai yang gayanya terlihat paling keren ditambahnya sosoknya yang tampan.“Annyeong haseyo Yoo Youngjae  imnida tapi noona bisa memanggilku Youngie . ah ne , noona neomu neomu yeppeudda”lanjut teman Kai yang bernama Youngjae itu dengan genitnya.“dasar genit, Annyeong haseyo Lee Jeong Min imnida”.

 

 

Satu persatu teman Kai memperkenalkan dirinya masing-masing pada Dasom. Sesekali Dasom terkekeh geli apalagi saat teman Kai yang bernama Youngjae  itu mengenalkan dirinya.

 

 

Noona tolong buatkan minum untukku dan teman temanku ne.” pinta Kai “Ne tunggulah sebentar.”Dasom pun beranjak dari duduknya seraya meletakkan bukunya dan pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk namdongsaeng dan teman teman namdongsaengnya.

 

 

“Kai-ah Dasom noona neomu neomu yeppeudda” celetuk Youngjae “aku yakin pasti kau akan sering main ke sini kan.” Timpal Jeong Min yang hanya di balas dengan senyuman lebar Youngjae.

 

 

Kai pun mempersilahkan teman temannya untuk duduk di sebuah bangku besar dan lebar yang terbuat dari kayu yang terletak di bawah pohon yang tadi di tempati oleh Dasom.

 

 

Kajja apa yang mau kita lakukan di sini ?“tanya Youngjae semangat ,  “aish apa kau lupa jelas jelas kita ke sini mau mengerjakan tugas kelompok.”jawab Jeong Min melempari Youngjae dengan gulungan kertas yang entah kapan ia membuatnya.

 

 

aish mianhae saking terpesonanya dengan Dasom noona aku sampai lupa tujuan awal kita datang ke sini.” balas Youngjae tersenyum lebar “aigo~ anak ini benar benar menyebalkan.”timpal Jeong Min yang kembali melempari Youngjae dengan gulungan kertas kertas yang lebih banyak dari sebelumnya.

 

 

Ya kkeumanhae Jeong Min lebih baik kau dan Youngjae bekerja sama untuk menggambar bangun ruangnya aku dan Sehun akan menghitung nilai nilainya.”Jelas Kai di sela sela pertengkaran kecil Youngjae dan Jeong Min.

 

 

“kenapa selalu kau dan Sehun yang menghitung nilainya eoh ?“tanya Youngjae “ya~ memangnya kau bisa menghitung dengan baik eoh ? lagipula di ulangan matematika tadi Kai mendapat nilai 100.”jawab Jeong Min kesal.

 

 

“Tapi itu kan baru sekali Kai mendapatkan nilai sempurna.”balas Youngjae “Sekali ?!? ya~ kau ini bodoh atau apa sih jelas jelas Kai sudah sering mendapatkan nilai sempurna.”balas  Jeong Min.

 

 

Ya~ hentikan kalian ini selalu saja bertengkar karena hal sepele.”lerai Kai “eum Jongin~ah aku ke toilet sebentar ne.”seru Sehun “ah ne.”balas Kai singkat “aku juga mau ke toilet.”seru Youngjae “Andwaee kau tetap di sini.”balas Jeong Min seraya menarik baju seragam Youngjae.“Ya~ apa apaan kau ini.”omel Youngjae kesal.

 

 

Sehun pun lansung beranjak pergi ke dalam rumah Kai untuk ke toilet tanpa memperdulikan pertengkaran Jeong Min dan Youngjae yang menurutnya tidak jelas perkaranya dan tidak penting untuknya “aku tahu kau ini bukan mau ke toilet tapi kau mau menemui Dasom noona kan ?”omel Jeong Min. “Ya~”

 

 

Aish sudahlah hentikan pertengkaran kalian ini.”Lerai Kai yang sudah mulai lelah melerai mereka berdua.

 

 

Dasom POV

 

 

 “Hosh … Hosh …“

 

 

Sesampainya aku di dapur aku langsung meminum segelas air dan bersandar ke lemari pendingin dan mengatur nafasku yang tidak beraturan. “Ternyata dia teman Namdongsaengku”Gumamku dalam hati dengan sedikit perasaan kecewa. “sepertinya aku harus melupakannya”gumam ku dalam hati.

 

 

“padahal aku sudah fallin‘ in love at first sight dengannya“ gumamku lagi seraya berjalan ke arah rak piring dan meraih beberapa gelas dan menaruhnya di atas nampan yang sudah ku siapkan. “Huh~“

 

 

aish jinjja ?! kenapa aku bisa jatuh cinta pada teman adikku eoh ?. paboya.”rutukku pada diriku sendiri.

 

 

Dengan malasnya aku berjalan ke arah lemari pendingin untuk mengambil botol orange syrup yang akan ku sajikan untuk namdongsaengku dan chingudeulnya.

 

 

Mian , Dimana toiletnya ??“

 

 

Sepertinya suara itu tidak asing dan benar saja aku baru ingat itukan suara.., dengan perlahan aku kembali menutup pintu lemari pendingin yang sempat ku buka tadi.

 

 

omo!.., tampannya. ” seru ku dalam hati sambil menatap wajahnya lekat.

 

 

“Boleh aku tahu di mana toiletnya ?.” Pertanyaan Sehun yang di ucap ulang oleh dirinya berhasil menyadarkanku dan keterpesonaanku pada wajahnya.

 

 

ah ne toiletnya ada di sebelah sana..”jawabku tertunduk sambil menunjuk ke arah pojok ruangan dapur

 

 

Gomawo.”balasnya tersenyum ramah padaku “Ne cheonmaneyo.”

 

 

 

 

Dengan tergesa gesa aku membuatkan minuman untuk namdongsaeng dan chingudeulnya dan pergi dari dapur itu mendahului Sehun teman namdongsaengku itu karna aku takut aku akan terpesona lagi padanya.

 

 

Dasom POV end              

 

 

****

 

 

@Dasom’s School

 

 

Dasom hari ini terlihat sangat tidak bersemangat sepanjang jam pelajaran kerjaannya hanya melamun melihat ke arah luar jendela. dan, karena hal itu setiap pelajaran Dasom terus mendapatkan hukuman dari para Seonsaengnimnya yang tidak suka melihat Dasom  melamun.

 

 

#Break time#

 

 

“Dasom-ah wae geurae?”Tanya teman Dasom yang bernama Sohee “Dasom-ah !!.”seru Sohee sekali lagi saat Dasom lagi lagi melamun.“ah ne aku pesan strawberry milk saja.”seru Dasom tersentak kaget yang mendapatkan balasan kernyitan dahi dari temannya Sohee.

 

 

Ya– aku tidak bertanya kau mau pesan apa, huh~“ balas Sohee pasrah dengan kelakuan Dasom yang menurutnya sangat aneh. “ada apa dengannya ?“Tanya Chunji salah satu teman sekelas Sohee dan Dasom yang baru saja datang.

 

 

Mollaseo sikapnya sangat aneh hari ini kerjaannya hanya melamun aku tanya ada apa eh dia malah pesan minuman.”Jelas Sohee seraya mengangkat kedua bahunya secara bersamaan “sudahlah nanti juga normal lagi, ah ne kau sudah tahu belum soal Min Ah  yang berpacaran dengan namja yang usianya lebih muda darinya ?”tanya Chunji yang berhasil membuat Dasom sadar dari lamunannya dan melirik ke arah Chunji.

 

 

“Belum memangnya kenapa dengan Min Ah?”Balas Sohee . “Dengar dengar sih katanya dia berpacaran dengan Ji Seok yang usianya 3 tahun lebih muda darinya.“jelas Chunji “Lalu ?”celetuk Sohee “Dan katanya juga karna hubungan mereka itu ,  mereka jadi sering di ejek teman temannya sampai sampai akhirnya Mereka putus karna tidak tahan dengan ejekkan teman temannya.”jelas Chunji panjang lebar.

 

 

aish jinjja ??!!“seru Dasom yang membuat Sohee dan Chunji tersentak kaget. “aish mengagetkan saja -__-.”seru Chunji “memangnya apa yang salah toh mereka saling mencintai kan kasihan mereka sampai harus memutuskan hubungan.”timpal Sohee. “Molla

 

Tett…Tett…Tett

 

 

Mereka pun akhirnya menghentikan obrolan mereka seputar Ji Seok dan Min Ah karena bel sekolah sudah meminta mereka untuk segera masuk ke kelas masing masing dan melanjutkan kegiatan belajar mereka.

 

 

 ****

 

 

Sesampainya di kamarnya Dasom langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang queen sizenya. dia menatap ke arah langit langit kamarnya sambil memikirkan obrolannya dengan Sohee dan Chunji seputar hubungan Ji Seok dan Min Ah yang terpaksa putus hanya karna ejekkan teman temannya yang mengunjing perihal perbedaan umur masing masing.

 

 

“Apakah sebegitu parahnya jika berpacaran dengan orang yang lebih muda.?”pikir Dasom “Aigo~ ?! Dasom kau harus melupakan Oh Se Hoon yang jelas jelas usianya lebih muda darimu dan dia juga adalah teman namdongsaengmu” perintahnya pada dirinya sendiri.

 

 

Omo malang sekali nasibku saat pertama kali jatuh cinta aku juga harus melupakannya.”gumam Dasom sedikit menyesali perbedaan umur mereka yang hanya berjarak satu tahun itu.

 

 

Dan semenjak saat itu Dasom selalu masuk ke kamar dan tidak akan keluar jika Kai namdongsaengnya mengajak temannya yang bernama Sehun itu untuk main ke rumahnya.

 

 

Dasom melakukan itu agar ia sedikit demi sedikit bisa melupakan Sehun. Memang kelihatannya agak aneh karena baru beberapa kali bertemu Dasom sudah jatuh cinta pada Sehun tapi memang itulah yang terjadi padanya walau Sehun juga belum tentu mencintainya juga.

 

 

Flash Back End

 

 

Tapi. Beberapa hari yang lalu tiba-tiba saja Sehun menyatakan perasaannya pada Dasom. Dan , itu malah membuat Dasom takut dan khawatir jadi dia memilih “Akan aku pertimbangkan.. ” Yap itulah kalimat yang di keluarkan oleh mulut seorang Dasom walaupun dalam hatinya dia berkata. “Pabbo , untuk apa aku berpikir dulu sudah jelas nantinya aku akan menerimanya menjadi kekasihku.” Yah mungkin ini karena aku ingin terlihat lebih dewasa pikir Dasom.

 

 

“Dasom-ah waeyo ?  kenapa kau tidak menjawab pertanyaan eommamu eoh ?”seru eommanya yang membuat Dasom tersadar dari lamunannya “Maksud eomma apa? ”tanya balik Dasom “Ya– jangan berpura pura tidak mengerti.”balas eomma Dasom.

 

 

Ani , eomma lihatkan aku tadi hanya bersikap biasa saja padanya.”Elak Dasom “Aish sudahlah lupakan, ah ne eomma tadi mau bilang apa?”tanya Dasom. “eomma hanya mau memintamu untuk bersikap baik padanya karena sebenarnya eomma dan appanya ke luar negeri bukan untuk mengurusi urusan bisnis melainkan appa Sehun ingin melakukan pengobatan.”jelas eomma Dasom yang membuat Dasom agak kebingungan.

 

 

“eh .. maksud eomma ?”tanya Dasom bingung “sebenarnya appa Sehun menderita kanker hati dan saat ini kanker hati appa Sehun sudah memasuki stadium akhir. maka dari itu eomma Sehun mencoba membawa appa Sehun untuk berobat ke luar negeri dan yang terpenting jangan sampai Sehun tahu akan hal ini.”Jawab eomma Dasom dengan penjelasannya. “Yasudah eomma keluar… cepat mandi dan segera turun untuk sarapan.“

 

 

Beberapa saat setelah eomma Dasom keluar. Dasom sedikit merasa iba atas penyakit yang bersarang di tubuh appanya Sehun karena yang ia tahu penyakit kanker hati jika sudah memasuki stadium akhir sangat sulit untuk di obati dan kemungkinan besar penderitanya hanya dapat hidup dengan jangka waktu yang cukup singkat.

 

 

#SKIP#

 

 

Setelah keluarga Kim dan Sehun sarapan pagi Dasom pun pamit untuk pergi sebentar.

 

 

Eomma aku aku pergi ne, annyeong.”seru Dasom yang hendak pergi “Ya– kau mau pergi kemana ?“tanya eommanya “aku mau pergi ke taman kota sebentar aku ada janji dengan temanku.”  jawab Dasom yang langsung pergi sebelum eommanya kembali mencecarkan pertanyaan pertanyaan yang di anggapnya tidak penting itu.

 

 

Selang beberapa menit Kai pun ikut berpamitan pada eommanya untuk mengajak Sehun keluar sebentar “eomma aku dan Sehun pamit keluar sebentar ne.”seru Kai “kau mau kemana eoh ?”tanya eommanya “Aku dan Sehun ingin pergi jalan jalan sebentar ke taman kota dengan sepeda.”Jawab Kai “Ah ne kalau begitu hati hati di jalan.”balas eommanya “ne eomma annyeong.”seru Kai yang bergegas keluar rumahnya dan menuju bagasi rumahnya untuk mengambil sepeda.

 

 

“Sehun-ah kau pakai sepeda kakakku,  yang warna oranye.”ujar Kai seraya memberikan Sehun sepeda kakaknya yang berwarna oranye. “ne…”Sehun pun dengan senang hati menerimanya.

 

 

@Taman Kota

 

 

Di tengah keramaian orang yang berlalu lalang di taman kota Dasom dengan santainya duduk di dekat air mancur sambil memakan sebuah ice cream strawberry.

 

 

Aish lama sekali mereka katanya mau datang jam 8 tapi sampai sekarang juga belum datang.-_-”gerutu Dasom sedikit kesal.Ya , Dasom memang tengah menunggu temannya siapa lagi kalau bukan Sohee dan Chunji yang berjanji akan datang menemuinya di taman kota tepatnya di tengah air mancur tempat dimana saat ini Dasom berada.

 

 

“Eonnie ya message is come .. ”

 

 

Terdengar nada dering handphone Dasom yang menandakan ada satu pesan masuk. dengan segera Dasom mengambil handphonenya yang ia taruh di dalam tas pink yang sekarang tengah menggantung di lengannya.

 

 

From: Lee Chan Hee

 

Dasom-ah dimana kau?

 

Setelah membaca pesan dari Chunji , Dasom pun langsung membalas pesan dari Chunji.

 

From: Kim Dasom

 

Aku ada di dekat air mancur, aku memakai baju berwarna pink dengan hotpants berwarna biru. Ppalliwa !

 

Setelah mengetik pesan balasan untuk Chunji , Dasom mulai membuka matanya lebar-lebar mencari sosok  dua orang sahabatnya itu.

 

Beberapa menit kemudian akhirnya Chunji dan Sohee berhasil menemukan Dasom. mereka pun memutuskan untuk pergi ke salah satu mall besar.

 

 

****

 

 

“Kau beli apa saja ?”tanya Chunji pada Sohee yang membawa banyak belanjaan “Hanya beberapa potong pakaian dan sedikit kosmetik.”jawab Sohee “Kau sendiri ?”lanjut Sohee “oh kalau aku hanya membeli sepatu basket baru sepatu basketku yang lama sudah rusak.”

 

“Dasom-ah apa yang kau beli ?”tanya Chunji “aku hanya membeli beberapa komik dan sebuah novel, ah iya aku haus bagaimana kalau kita mampir sebentar ke café itu.”jawab Dasom sambil menunjuk café yang ada di sebrang jalan yang bertuliskan “Puppy’s Cafe.”. “Yasudah kebetulan aku juga agak haus.”timpal Sohee meng-iya-kan ajakan Dasom

 

 

@Café

 

 

Saat sampai di dalam café mereka langsung berjalan ke arah meja nomor 7 yang letaknya di dekat jendela yang mengarah ke luar. Tak lama seorang pelayan pun segera menghampiri mereka.

 

 

“Mau pesan apa?”tanya pelayan itu sambil memegang sebuah buku catatan kecil dan sebuah pulpen bersiap untuk mencatat pesanan mereka.

 

 

“kalian mau pesan apa ?”tanya Dasom “aku pesan espresso dan chocholate brown sugar cake saja.”jawab Sohee “aku cappuccino latte saja”timpal Chunji. “Pelayan tolong espresso satu cappuccino latte satu bubble tea satu dan 2 chocholate brown sugar cake.”jelas Dasom pada sang pelayan.

 

 

Setelah mencatat semua pesanan Dasom dan teman temannya pelayan itu segera beranjak pergi. “Chankkamaneyo

 

 

Sembari menunggu pesanan mereka datang Dasom melihat ke arah luar jendela.tiba tiba mereka mendengar sebuah percakapan yang sepertinya adalah sepasang kekasih yang duduk di meja nomor 3 yang terletak di belakang mereka.

 

 

Chagiya mianhaeyo aku sepertinya tidak bisa melanjutkan hubungan ini.”ujar sang yeoja tertunduk “waeyo ?”tanya sang namja yang terlihat sedih “Teman temanku bilang jika pacaran dengan yang lebih muda hubungannya tidak akan berjalan dengan baik.”Kini sang yeoja yang terlihat amat sangat bersalah. Dan selang beberapa detik kemudian sang yeoja beranjak dari duduknya dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan sang namja.

 

 

“Apakah separah itu jika menjalin dengan orang yang lebih muda ?”Bisik Dasom merasa kasihan dengan pasangan kekasih yang baru saja memutuskan hubungannya tadi. “Mwo ?”Celetuk Chunji.

 

 

“Dasom-ah Wae Geurae ?”Tanya Sohee mengalihkan pandangannya ke arah Dasom.

 

 

“ Chunji-ah bagaimana jika kau menjalin hubungan dengan gadis yang usianya lebih muda dari pada kau?”Tanya Dasom tiba-tiba membuat Chunji kaget plus bingung.

 

 

“Ah Gwaenchana , kalau namjanya yang lebih tua bukannya bagus ? , Justru kalau Yeojanya yang lebih tua itu baru masalah ..”Jawab Sohee tiba-tiba.

 

 

“Ah kau ini ada-ada saja , Kalau 2 orang sudah jatuh cinta umur pun bukan masalah baik dari pihak yeoja maupun namjanya.” Jelas Chunji seraya mencubit pipi tembam Sohee. “Aish .. Appoyo.”

 

 

Secara tidak sadar pikiran Dasom langsung terbayang-bayang oleh wajah Sehun , Namja keren yang telah merebut hatinya yang ternyata juga adalah teman namdongsaengnya Kai.

 

 

Beberapa jam kemudian…

 

 

Dasom dan teman-temannya memutuskan untuk segera pulang ke rumah masing-masing karena tanpa mereka  sadari hari sudah mulai sore padahal mereka hanya memesan sedikit makanan dan minuman.

 

 

 

“Ah tak terasa ya sudah sore , Dasom-ah apa kau ingin ku antar pulang ?”Tawar Chunji yang mendapat gelengan kepala dari Dasom.

 

 

“Chunji-ah apa kau berusaha mendekati Dasom lagi. haha sudah jelas Dasom menolakmu tapi tetap saja ya ckck.”Ledek Sohee membuat Chunji malu , Chunji pun langsung berlari ke arah Sohee untuk mencubit pipi tembam Sohee.

 

 

“Apa-apaan ini aku seperti terlibat cinta segitiga saja..”Dasom bergumam seraya melangkahkan kakinya berjalan pulang ke rumahnya. Ya , kenapa Dasom bilang cinta segitiga karena Sebenarnya Chunji menyukai dirinya sudah sejak lama tapi berhubung Dasom tidak menyukai Chunji jadi Dasom menolak Chunji dengan Lembut dan ternyata juga Chunji tidak tahu bahwa Sohee sahabatnya itu menyukai dirinya selama ini makanya saat tadi Chunji menawarkan untuk mengantarkan Dasom pulang Sohee langsung menunjukkan rasa cemburunya secara tidak langsung.

 

 

Ya~ Dasom-ah tunggu aku ..”Seseorang dari arah belakang tiba-tiba saja menarik tangan Dasom hampir saja Dasom berteriak kencang , Namun setelah mengetahui siapa yang menariknya ekspresi wajah Dasom langsung berubah begitu saja menjadi kaku.

 

 

“Cobalah untuk memanggilku Noona aku ini …”Belum selesai Dasom berucap , Ucapannya sudah di potong terlebih dahulu oleh Sehun.

 

 

“Ya ya ya , lalu bagaimana ? apa keputusanmu ?”Tanya Sehun langsung to the point membuat Dasom kalang kabut dan jadi panik sendiri tapi hal itu tidak di tunjukkan olehnya Ya , maklumlah gengsi di atas segalanya.

 

 

“Keputusan tentang apa ?”Tanya Dasom berpura-pura tidak tahu yang mendapatkan respon negatif dari Sehun dengan memandangnya Kesal.

 

 

“Jangan berpura-pura bodoh , kau tahu apa yang ku maksud..”Sehun kesal sendiri sekaligus gemas dengan Dasom yang bertingkah laku seperti orang bodoh dan membuat hatinya gelisah.

 

 

“Kau ini suka padaku tapi galak sekali. Cih..”Dasom memutuskan untuk pergi berlalu saja dan tidak memperdulikan Sehun yang menatapnya geram. Yah kalau Dasom tidak berkata seperti itu cara apalagi yang bisa menjauhkan dia dari Sehun orang yang sebenarnya telah merebut hatinya sejak pertama kali ia melihat sehun bahkan sebelum ia tahu bahwa sehun adalah Teman namdongsaengnya Kai.

 

 

Flash Back On.

 

 

Saat ini hari tengah hujan dengan derasnya dan saat ini juga Dasom bersama dengan temannya yaitu Chunji dan Sohee tengah berada di dalam sebuah cafe yang bernama “Puppy’s Caffe”. Dasom dan temannya mengambil posisi  tempat duduk dekat dengan jendela agar Dasom bisa melihat orang dan kendaraan yang berlalu lalang di jalan.

 

Samar-samar Dasom melihat seorang Namja yang menurutnya sangat tampan dan sangat bersinar di tengah guyuran hujan yang deras ini. Kedua mata Dasom tanpa sadar mengikuti arah kemana namja itu berjalan. Dan..

 

 

Kling..Kling

 

 

Lonceng Cafe tempatnya berada saat ini berbunyi tanda bahwa ada pengungjung yang datang. Dan , yang datang itu dia si namja tampan. Huwaa >,< rasanya Dasom ingin menghampiri namja itu duduk di dekatnya dan menyatakan perasaannya. Gila.

 

 

“Dasom-ah kau mau pesan apa ?”Tanya Chunji yang sama sekali tidak di hiraukan oleh Dasom yang masih sibuk terpesona oleh namja tampan yang baru saja merebut hatinya itu.

 

 

Namja itu duduk di meja nomor 9 meja yang tidak jauh dari tempatnya dan teman-temannya duduk saat ini. Dasom benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Namja tampan itu. Bahkan tidak hanya Dasom yang terpesona dengan ketampanan Namja itu pelayan wanita yang bertugas mencatat pesanan namja itupun terkesima dengan ketampanan namja itu.

 

 

“Dasom-ah kau mau pesan apa ?”Tanya Chunji sekali lagi sambil menyikut lengan Dasom pelan.

 

 

“Ah ternyata kau suka bubble tea ya..”Dasom bergumam seraya tersenyum ke arah namja itu.

 

 

“Ah noona tolong Esspresso 2 dan bubble tea 1 ya ..”Chunji mengira gumaman Dasom tadi adalah benar adanya jadi ia memesankan bubble tea untuk Dasom.

 

 

Flash Back Off

 

 

“Kyaa~ aku bingung kenapa di saat dia sudah menyatakan cintanya padaku aku malah jadi labil begini sih apalagi sih yang harus ku pikirkan ?…”Dasom bergumam dalam hatinya sambil sesekali mencengkram bantal yang saat ini ia ada di tangannya dengan kuat.

 

 

“…Tapi yang membuat ku bingung adalah kenapa tiba-tiba dia menyatakan perasaannya padaku ?”Dasom berpikir keras sambil berjalan ke arah jendela kamarnya dan menatap langit malam yang bertaburan dengan kerlap-kerlip bintang.

 

 

Noona ada telepon dari sahabatmu Chunji …”Teriak Kai dari luar kamarku dan dengan segera aku keluar kamar turun ke lantai bawah dan meraih gagang telepon rumah yang ada di tangan kai.

 

 

Yeobeoseyo.. , Ya ini aku Dasom.”

“ … ”

“Eh … Bertemu denganku ?”

“ … ”

“Malam ini ? Di dekat air mancur taman kota ?”

“ … ”

“Untuk apa ? Sudah bicarakan saja lewat telepon.”

“ … ”

Ne … Chankkamaneyo.”

 

 

Setelah selesai menerima dan berbicara lewat telepon dengan Chunji langsung kembali ke kamarnya dan berganti pakaian sederhana yang bisa menghangatkan tubuhnya. Dan , Tanpa di sadari oleh seorang pun Sehun yang sedang menonton televisi dengan Kai melirik ke arah Dasom dengan lirikkan yang sulit di artikan.

 

 

Noona , kau mau pergi kemana eoh ?”Tanya Kai saat melihat Dasom hendak pergi keluar rumah.

 

 

“Aku ingin pergi keluar sebentar menemui Chunji katanya ada yang ingin dia sampaikan padaku di air mancur taman kota.”Jawab Dasom lengkap padahal Kai hanya bertanya basa-basi tapi Dasom malah memberikan jawaban yang lengkap entah untuk siapa yang pasti bukan untuk Kai pikirnya.

 

 

“Jangan berbuat hal yang aneh-aneh , aku pergi dulu. annyeong.”Setelah menyelesaikan ucapannya Dasom langsung pergi meninggalkan rumah. Dan selang beberapa detik kemudian Sehun langsung bangkit dari duduknya.“Harusnya aku yang bilang begitu noona.

 

 

“Kau mau kemana ? Mau menyusul Noonaku ?”Tanya Kai yang kelihatannya berhasil membuat Sehun kaku.

 

 

Aniya. Aku hanya ingin mencari udara segar sebentar..”Sehun terlihat makin canggung padahal sudah lama ia berteman dengan Kai kenapa ia bisa secanggung itu.

 

 

“Mau ku temani ?”Tawar Kai seraya tersenyum kecil.

 

 

Andwae .. !”Sehun langsung dengan cepat menolak tawaran Kai  “Ah maksudku . tidak perlu aku mau sendiri saja.kalau begitu aku pergi. Annyeong”Lanjutnya canggung seraya pergi meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa.

 

 

“Cih. Dasar bocah untuk apa udara di cari . lagipula memangnya aku tidak tahu kalau dia suka dengan Dasom Noona ..”Gumam Kai seraya terkekeh kecil dan kembali menyaksikan acara di Televisinya.

 

 

Flash Back On

 

 

“Fiuh~ . Kenapa malam ini dingin sekali sih cuacanya…”Protes Kai entah pada siapa sambil menggosokkan kedua telapak tangannya. “Kemana sih Dasom noona pergi .. Sudah dewasa juga masih saja seperti anak kecil pergi kemana-mana tidak memberitahu keluarganya kan kalau begini jadi aku yang harus repot-repot mencarinya.Huh~..”Lanjut Kai.

 

 

Samar-samar dari kejauhan tampak seorang namja dan seorang yeoja tengah berdiri berhadapan , sang namja tampak sangat canggung dan Kai tahu betul siapa mereka Ya , Kai tidak salah lagi itu adalah Noonanya Dasom dan sahabatnya Sehun. “Apa yang di bicarakan Sehun pada Dasom noona malam-malam begini ?”Pikir Kai seraya pergi mendekat ke arah mereka berdua dengan hati-hati kemudian bersembunyi di semak-semak.

 

 

“Dasom-ah aku … aku …”Sehun terbata-bata untuk mengucapkan kalimatnya membuat Dasom gemas saja.

 

 

“Kau kenapa ?”Tanya Dasom cepat tak sabar ingin mendengarkan apa yang ingin di sampaikan oleh Sehun sahabat Namdongsaengnya Kai malam-malam begini padanya.

 

 

“Tidak usah galak. Aku hanya ingin bilang aku menyukaimu , Jadilah pacarku ?”Sehun berkata seperti halnya namdongsaeng yang ngambek pada Noonanya.

 

 

Mwo?!”Dasom kaget dengan pernyataan cinta yang baru saja di lakukan oleh Sehun padanya. Anak ini benar-benar membuat Dasom bingung “apa yang sebenarnya ingin di katakan anak ini ? , apa ini mimpi ? , Oh tuhan cepat sadarkan aku . memimpikan hal seperti ini pun tidak boleh di lakukan oleh seorang kim Dasom yang notabenenya adalah i untuk i tampan yang tengah berdiri di hadapanku saat ini.”Pikir Dasom

 

 

“i ?!”Kai yang mendengar pernyataan Sehun kaget sekaligus ingin tertawa dengan keras. Namun , Dengan cepat Kai menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar keberadaan dia tidak di sadari oleh Dasom dan Sehun.

 

 

Dasom menarik nafasanya dalam dan membuangnya secara perlahan-lahan “Akan aku pertimbangkan.”Dasom segera berlalu pergi begitu saja begitu menyelesaikan ucapannya . Sejujurnya , dia tidak ingin melihat Sehun namja yang di sukainya melihat wajahnya yang saat ini pasti sudah berwarna merah semerah Tomat.

 

 

Noona kemana saja kau ? aku dari tadi mencarimu tahu.”Teriak Kai dari kejauhan sambil berjalan mendekat ke arah Dasom. Sedangkan , Dasom hanya melewati Kai dan mengacuhkannya. Padahal dalam hati Kai saat ini tengah tertawa geli.

 

 

Flash Back End

 

 

“Mm..jangan–jangan Chunji ingin menyatakan perasaannya lagi padaku. huh -_-a .”Pikir Dasom sambil terus berjalan dengan langkah cepat.

 

 

Beberapa menit kemudian….

 

 

Benar saja Dasom kali ini Chunji benar-benar menyatakan perasaannya pada Dasom entah sudah yang ke berapa puluh kali.

 

 

Mmianhae Chunji-ah dari dulu sampai saat ini aku masih tidak bisa menerima cintamu itu , Aku menyukai orang lain. Lagipula sebenarnya ada orang yang selama ini menyukaimu dengan tulus dan dia selalu ada di dekatmu.”Jelas Dasom dengan muka datar yang membuat Chunji teertunduk lemah sekaligus kecewa.

 

 

“Tapi yang aku mau dirimu Kim Dasom.”Chunji masih bersikeras dengan pernyataan cintanya.

 

 

“Tapi Sohee sahabatmu menyukai mu dari dulu kenapa kau tidak pernah memandangnya eoh?”Dasom mencoba untuk bersikap lembut.

 

 

“Oke. Baiklah karena ini permintaanmu aku akan mencoba membuka hatiku untuk Sohee.”Chunji akhirnya mulai menerima kenyataan cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu.

 

 

“Chunji-ya …”Seseorang memanggil nama Chunji dan Dasom hafal betul dengan suara itu karena belakangan ini suara itu terus memenuhi isi kepala Dasom. Dan hampir membuat Dasom gila.

 

 

Nuguya ?”Chunji bertanya sambil membuka matanya lebar-lebar untuk mencari tahu siapa yang memanggilnya. Dan lama-kelamaan munculah sosok  Sehun yang berjalan dengan gaya yang cool u.u .

 

 

Ya– apa kau tahu aku sudah lebih dulu menyatakan cintaku pada Dasom jadi lebih baik sekarang kita lihat siapa yang di pilih oleh Dasom.”Sehun langsung mengatakan hal itu saat sampai di hadapan Dasom dan Chunji.

 

 

“Kyaa~ Bocah ini benar-benar bodoh … untuk apa ia mengatakan hal seperti ini di hadapan Chunji ..”Dasom merutuki kebodohan Sehun dalam hati dengan segera pun ia langsung menarik tangan Sehun kasar menjauh dari tempat dimana Chunji berada.

 

 

Ya– Untuk apa kau berkata seperti itu eoh ?”Dasom menunjukkan raut wajah tidak senang pada Sehun.

 

 

“Untuk mengetahui siapa yang kau pilih antara aku dan dia.”Sehun mengatakan itu seperti anak kecil yang menahan amarah.

 

 

Hening. Suasana tiba-tiba berubah menjadi hening baik Dasom maupun Sehun tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun mereka berdua diam seribu bahasa. Sehun yang saat ini tengah berdiri di hadapan Dasom menatap wajah Dasom yang kini tertunduk kaku dengan Lekat.

 

 

“Sehun-ah … Apa kau tahu. Tadi aku baru saja menolak pernyataan cinta Chunji ..”Dasom akhirnya angkat bicara dan memandang wajah Sehun dengan tatapan yang sulit di artikan. Dan , itu sukses membuat Sehun canggung.

 

 

Grepp…

 

 

Tiba-tiba saja kedua tangan sehun yang terlihat kekar itu menarik tubuh Dasom jatuh ke dalam pelukannya membuat Dasom kaget dan terpaku sesaat. Dasom pun dapat dengan jelas mendengar suara degup jantung Sehun dan Dasom juga dapat dengan jelas merasakan Hembusan nafas Sehun.

 

 

“Jadi kau menerima cintaku kan?”Sehun berkata seraya menarik kedua ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman manis.

 

 

End

 

 

–Epilogue—

 

 

Flash Back On

 

 

Saat itu usia Sehun masih anak-anak sekitar 6 tahun begitu juga dengan Kai sahabatnya.

 

 

“Sehun-ah ayo kita main petak umpet dan cepat tutup matamu karena kau yang pertama jaga hitung sampai sepuluh setelah itu kau cari aku ya.”Jelas Kai

 

Selang beberapa detik kemudian Sehun kecil itu segera menutup matanya dan mulai menghitung dari 1 sampai 10.

 

“..Delapan.. ”

 

“…Sembilan…”

 

“…Sepuluh …Sudah ya Kai kau ada dimana ? cepat keluar.”Sehun kecil itu mulai berlari kesana kemari untuk menemukan sosok Kai yang tengah bersembunyi. Namun , Saat tengah mencari Kai tiba-tiba saja Sehun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah seorang Gadis yang tidak sengaja menjatuhkan pita merahnya yang tadi dikenakannya di atas kepalanya.

 

 

.

..

….

…..

 

 

“Sehun-ah kenapa kau tidak mencariku ?”Tanya Kai yang akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya karena Sehun tak kunjung datang untuk mencarinya.

 

 

“Sehun-ah kau sedang lihat apa eoh ?”Tanya Kai penasaran karena Sehun tak menghiraukan dia. Kai pun memutuskan untuk melihat arah kemana Sehun memandang.

 

 

Eoh itu kan Dasom noona.”Seru Kai begiitu tahu siapa yang sedari tadi di pandangi oleh Sehun.

 

 

“Kai-ah kau mengenalnya ?”Tanya Sehun yang masih terpaku kecantikan Dasom.

 

 

“Itu noonaku Sehun-ah dia kelas 1 SD , kenapa kau terus melihat noonaku seperti itu ? sudah ayo kita main lagi.”Kai mencoba mengajak Sehun untuk kembali bermain dengannya.

 

 

“Kai-ah aku cinta pada Dasom noona saat aku besar nanti aku mau menikah dengannya.”Seru Sehun yang masih dengan menatap Dasom fokus.

 

 

“Kau ini sudah gila ya , kita kan masih anak-anak ..”Kai mencoba menyadarkan Si kecil Sehun.

 

 

Flash Back Off

 

 

Nah , Sejak saat itulah Sehun mulai semakin akrab dengan Kai dan terus saja meminta Kai untuk mengajaknya main ke rumah Kai. Dan ternyata pernyataan Sehun yang ingin menikah dengan Dasom jika sudah besar nanti bukan hanya celetukkan biasa. Selama ini diam-diam Sehun selalu memperhatikan Dasom , Dan di saat SMA kelas 3 ini Sehun baru berani mengungkapkan isi hatinya pada Dasom.

 

RCL Ya readers
Sorry For many typos ^_^

 

 

Cibitung – Bogor

20:19 pm [12/30/2013]

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s